TARAKAN – Peredaran narkotika di Kota Tarakan kembali menunjukkan pola baru yang semakin terselubung. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan membongkar lokasi transaksi sabu dengan modus menyerupai “loket” tersembunyi di Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.
Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai peredaran narkoba. Menindaklanjuti laporan tersebut, BNNK melakukan penyelidikan dengan melibatkan informan di lapangan.
Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik mengungkapkan, pelaku menggunakan pagar bambu yang ditutup daun-daunan untuk menyamarkan lokasi transaksi.
“Modusnya seperti loket. Pembeli dilayani dari balik pagar bambu yang ditutup, sehingga tidak terlihat dari luar,” ujarnya, Minggu (12/4).
Lokasi tersebut berada sekitar 200 meter di belakang Kantor Kelurahan Juata Permai, tepatnya di area tersembunyi di atas tebing. Posisi ini dinilai strategis untuk menghindari pantauan petugas sekaligus memudahkan pelaku melarikan diri.
Kecurigaan adanya jaringan terorganisir semakin menguat setelah petugas mendapati lokasi sudah kosong saat penggerebekan dilakukan. “Begitu kami masuk, mereka sudah kabur. Diduga ada yang memberi informasi dari bagian depan,” kata Evon.
Meski pelaku utama tidak berhasil diamankan, petugas langsung membongkar lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi untuk mencegah aktivitas kembali berlangsung.
BNNK juga menemukan bahwa lokasi tersebut merupakan titik baru setelah sebelumnya aktivitas serupa dibongkar di area lain. Para pelaku diduga terus berpindah tempat untuk menghindari penindakan.
“Sejak akhir 2025 mereka mulai aktif lagi. Bahkan sebelum Ramadan sudah membangun lokasi baru dengan sistem yang lebih tertutup,” ungkapnya.
BNNK memastikan akan terus memperkuat pengawasan di wilayah rawan guna memutus jaringan peredaran narkotika di Tarakan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT