TARAKAN - Kelancaran persiapan ibadah haji di Tarakan tahun ini nyaris tanpa hambatan berarti, namun seleksi ketat aspek kesehatan kembali menjadi penentu akhir yang tidak bisa ditawar.
Di tengah kesiapan ratusan jemaah, dua orang dipastikan gagal berangkat karena tidak memenuhi syarat istithaah, menegaskan bahwa faktor fisik dan kemampuan menjalankan ibadah tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji 2026.
Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Tarakan melalui Kasubag Tata Usaha (TU) Asmad menerangkan, tahun ini jumlah calon jemaah haji Tarakan sebanyak 186 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil final setelah dilakukannya verifikasi dari seluruh tahapan persiapan.
Ia menjelaskan, proses yang dilalui para jemaah tidak hanya administratif, tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan pembekalan manasik haji.
“Namun memang ada dua jemaah yang belum dinyatakan lolos karena tidak memenuhi syarat istithaah. Ini tentu menjadi keputusan yang tidak mudah, tetapi harus diambil demi menjaga keselamatan dan kemampuan jemaah itu sendiri selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia mengungkapkan, pada tahap awal jumlah calon jemaah haji asal Tarakan tercatat sebanyak 196 orang. Namun dalam perjalanannya terjadi sejumlah penyesuaian, baik karena mutasi jemaah ke daerah lain maupun hasil verifikasi kesehatan yang ketat. Dari proses tersebut, dua orang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan, sehingga total jemaah yang dipastikan berangkat menjadi 186 orang.
"Perlu diketahui, penerapan syarat istithaah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan bagi jemaah agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman. Ini karena kondisi di Tanah Suci yang menuntut kesiapan fisik tinggi mulai dari suhu ekstrem hingga aktivitas ibadah yang padat pemeriksaan. Istithaah memastikan jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara mandiri tanpa membahayakan diri sendiri maupun jemaah lain,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT