Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pasca Lebaran, ISPA Diprediksi Jadi Penyakit yang Dominan Dikeluhkan di Tarakan

Zakaria RT • Kamis, 2 April 2026 | 17:09 WIB
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tarakan, Irwan Yuwanda. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN 
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tarakan, Irwan Yuwanda. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan masih menunggu rekapitulasi data dari seluruh puskesmas untuk memastikan pola penyakit yang muncul pasca perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga kini, tren pasti belum dapat disimpulkan, meski indikasi peningkatan kasus sudah mulai terasa di lapangan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tarakan, Irwan Iwanda mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah seluruh laporan masuk pada akhir bulan. Data tersebut menjadi acuan utama dalam memetakan penyakit yang paling banyak dikeluhkan masyarakat setelah momen Lebaran.

Ia menjelaskan, mekanisme pelaporan kesehatan di Tarakan masih mengandalkan sistem rutin bulanan dari puskesmas. Setiap puskesmas tidak hanya mencatat pasien yang datang langsung, tetapi juga mengompilasi laporan dari klinik swasta hingga praktik dokter mandiri yang berada di wilayah kerjanya.

Data yang diterima Dinkes Tarakan dinilai cukup representatif untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat secara umum. Namun, jeda waktu pelaporan membuat analisis tren tidak bisa dilakukan secara real time.

Di Kota Tarakan sendiri terdapat enam puskesmas yang aktif beroperasi, dengan tiga di antaranya membuka layanan selama 24 jam penuh. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan layanan darurat, terutama persalinan dan kasus-kasus kegawatdaruratan lainnya. Tiga puskesmas yang melayani selama 24 jam yakni Puskesmas Karang Rejo, Puskesmas Juata, dan Puskesmas Gunung Lingkas.

Meski data resmi belum dirilis, Irwan mengungkapkan,berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, periode pasca Lebaran hampir selalu diikuti dengan lonjakan kasus penyakit, baik menular maupun tidak menular. Perubahan pola makan, kelelahan akibat aktivitas mudik, hingga mobilitas tinggi masyarakat menjadi faktor pemicu utama.

Salah satu penyakit yang hampir selalu mendominasi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang biasanya meningkat akibat kelelahan fisik, paparan polusi, serta penurunan daya tahan tubuh. Selain itu, penyakit saluran pencernaan juga kerap mengalami kenaikan, terutama akibat konsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihannya selama perayaan.

Dinkes Tarakan menilai pentingnya evaluasi berbasis data ini untuk menentukan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran. Hasil analisis nantinya tidak hanya digunakan sebagai bahan laporan, tetapi juga sebagai dasar dalam penyusunan strategi pencegahan, termasuk edukasi kepada masyarakat dan kesiapan fasilitas layanan kesehatan.

“Nanti kita akan evaluasi, kita lihat di tanggal 31 Maret terkait dengan tren penyakitnya. Jadi ada 10 besar penyakit, nanti akan kita bandingkan dengan melihat periode Februari dengan periode Maret,” tutupnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #ispa #dinkes #penyakit