TARAKAN – Tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026 di Kota Tarakan menjadi catatan penting bagi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan untuk meningkatkan pelayanan ke depan.
Meski terjadi lonjakan penumpang yang cukup signifikan di dua pelabuhan utama, seluruh proses angkutan laut tetap berjalan lancar dan terkendali hingga masa posko resmi ditutup.
Kepala KSOP Tarakan, Stanislaus Wembly Wetik, mengatakan peningkatan jumlah penumpang sudah diprediksi sejak awal, terutama pada periode puncak arus mudik dan balik.
“Lonjakan memang terjadi pada H-3 hingga H-1 dan H+3 hingga H+5. Namun secara umum masih bisa kita tangani dengan baik,” ujarnya, Rabu (1/4).
Berdasarkan data KSOP, total penumpang di Pelabuhan Malundung mencapai sekitar 32.450 orang, sementara Pelabuhan Feri Juata mencatat 41.230 penumpang selama periode Lebaran.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kapasitas layanan, baik dari sisi fasilitas, personel, maupun sistem pengawasan.
“Kami akan lakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kesiapan sarana dan prasarana agar ke depan pelayanan bisa lebih optimal,” jelasnya.
Selain itu, KSOP juga menilai perlunya penguatan koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih besar di tahun mendatang.
Dengan berakhirnya posko, pelayanan di pelabuhan kembali berjalan normal. Namun KSOP memastikan peningkatan kualitas layanan tetap menjadi fokus utama.
“Evaluasi ini penting agar penyelenggaraan angkutan laut ke depan bisa lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT