TARAKAN - Adanya larangan berjualan di area terminal Pelabuhan Tengkayu I Tarakan rupanya belum sepenuhnya dipatuhi para pedagang. Meski telah berulang kali dilakukan penertiban oleh pengelola, sejumlah pedagang masih nekat kembali membuka lapak di kawasan terminal keberangkatan maupun kedatangan. Sehingga, pihak pengelola menyebut praktik tersebut kerap terjadi saat petugas tidak berada di lokasi. Kondisi ini membuat penertiban harus dilakukan berulang kali agar area terminal tetap tertib dan nyaman bagi penumpang.
Kepala Seksi Operasional Layanan Kepelabuhan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Zainuddin menegaskan, aktivitas berjualan di dalam area terminal pada dasarnya tidak diperbolehkan. Pengelola telah menyiapkan lokasi khusus bagi pedagang di koridor yang berada di sekitar kawasan pelabuhan.
“Pada intinya dilarang berjualan di area terminal keberangkatan dan kedatangan. Mereka sudah diarahkan ke koridor dan sudah diatur posisinya masing-masing,” ujarnya, Selasa (31/3).
Menurutnya, penertiban hampir dilakukan setiap hari. Namun demikian, sebagian pedagang tetap mencari celah untuk kembali berjualan di area yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang.
Ia mengatakan, biasanya pedagang akan mematuhi aturan ketika petugas berada di lokasi. Namun begitu pengawasan berkurang, sebagian dari mereka kembali membuka lapak di area terminal. “Kadang saat kami ada, mereka patuh. Tapi begitu tidak ada, mereka kembali lagi berjualan. Ini akalan-akalan mereka,” tegasnya.
Zainuddin mengakui, jika keberadaan pedagang di area terminal dinilai dapat mengganggu kenyamanan penumpang yang hendak menggunakan layanan transportasi laut. Selain itu, aktivitas tersebut juga dinilai mengganggu keindahan dan keteraturan kawasan pelabuhan.
“Ini sangat mengganggu pemandangan dan kenyamanan penumpang. Kami tidak tinggal diam, ini menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak pengelola, saat ini terdapat sekitar 15 pedagang yang masih tercatat kerap melanggar aturan tersebut. Padahal, mereka telah difasilitasi tempat berjualan di koridor yang telah disiapkan. Di lokasi tersebut, pedagang bahkan sudah diberikan pengaturan posisi agar aktivitas berjualan tetap tertib tanpa mengganggu arus penumpang.
“Tempat di koridor sudah kami sediakan dan sudah diatur posisinya masing-masing. Tapi tetap saja ada yang kembali ke area terlarang,” ungkapnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT