TARAKAN - Terjadinya peningkatan eskalasi geopolitik dunia, berdampak pada terhambatnya distribusi logistik berbagai kebutuhan masyarakat membuat kekhawatiran tersendiri akan terjadinya krisis pangan di Indonesia. Sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan terhadap kesiapan pangan Indonesia dalam menghadapi situasi genting.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin memastikan ketersediaan beras secara nasional masih dalam kondisi aman. Dibeberkannya, saat ini cadangan pangan pemerintah secara nasional mencapai jutaan ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk jika terjadi gangguan distribusi maupun kondisi darurat.
"Saat ini secara nasional Bulog memiliki cadangan pangan dalam jumlah besar yang siap digunakan jika terjadi situasi yang tidak diinginkan. Dari data yang kami terima, stok cadangan pangan pemerintah saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton beras. Jadi jika ada hal-hal yang tidak kita inginkan, cadangan pangan kita sudah mencukupi,” ujarnya, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan, dengan jumlah stok tersebut, ketahanan cadangan pangan secara nasional diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 324 hari. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi relatif stabil sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kekurangan pasokan.
“Untuk distribusi beras di Indonesia juga didukung oleh sistem pemerataan stok yang dikelola Bulog. Dengan sistem itu, wilayah yang mengalami kekurangan pasokan dapat dipenuhi dari daerah yang memiliki surplus produksi," urainya.
Menurutnya, Bulog memiliki jaringan gudang dan distribusi di berbagai wilayah di Indonesia yang memungkinkan pergeseran stok antar daerah jika dibutuhkan. Bahkan kata dia, beberapa daerah yang selama ini menjadi sentra produksi padi dan mampu menghasilkan surplus beras antara lain berada di Pulau Jawa, Sulawesi, serta Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kalau misalnya di suatu daerah stoknya menipis, nanti akan ada pergeseran stok dari wilayah yang surplus. Itu memang tujuan Bulog ada di berbagai daerah, untuk pemerataan stok. Walaupun untuk wilayah Kalimantan sendiri memang masih belum bisa mencukupi kebutuhan berasnya secara mandiri. Jadi masih bergantung pada pasokan dari daerah penghasil,” katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT