TARAKAN – Gerak cepat ditunjukkan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan dalam mengungkap kasus penikaman yang terjadi di Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat. Dalam waktu kurang dari tiga jam setelah kejadian, pelaku berinisial IW berhasil diringkus di kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar.
Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Reginald Yuniaean Sujono menjelaskan, laporan pertama diterima pada Jumat (7/3) sekitar pukul 18.30 WITA. Informasi awal menyebutkan adanya seorang pria yang ditemukan tergeletak di wilayah Karang Rejo.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satreskrim langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Korban sempat dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis. Dari hasil penyelidikan awal dan analisis rekaman CCTV, kami berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai IW, yang diduga tidak beraksi seorang diri,” ungkapnya.
Setelah identitas pelaku dikantongi, polisi langsung melakukan pengejaran. Sekitar pukul 21.30 WITA, IW berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres Tarakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil interogasi sementara, motif penikaman diduga dipicu konflik terkait narkotika. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman CCTV, senjata tajam yang digunakan pelaku, serta telepon genggam milik korban," jelasnya.
Lebih lanjut, AKP Reginald mengungkapkan bahwa IW merupakan residivis kasus narkotika yang sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara selama empat tahun.
Terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai kedatangan warga ke Mapolres Tarakan, pihak kepolisian membenarkan hal tersebut. Warga yang datang merupakan keluarga korban yang ingin mengetahui perkembangan penanganan kasus.
“Setelah kami jelaskan bahwa pelaku sudah diamankan dan proses hukum sedang berjalan, pihak keluarga memahami dan membubarkan diri dengan tertib,” jelasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk memburu satu orang pelaku lain yang diduga turut terlibat dalam aksi penikaman tersebut. “Kasus ini masih kami dalami untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT