Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pengawasan Diperketat, Program Perhutanan di Bulungan Dikerjakan Bertahap

Fijai RT • Selasa, 3 Maret 2026 | 04:14 WIB

KAWASAN IAD: Tampak aktivitas warga di Hulu Sungai Kayan.
KAWASAN IAD: Tampak aktivitas warga di Hulu Sungai Kayan.
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan membangun sektor kehutanan dan investasi berbasis kemitraan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bulungan, Kilat.

Kilat menyampaikan bahwa konsep perhutanan sosial dan kemitraan menjadi strategi utama dalam mendorong pembangunan di kawasan sekitar hutan.
Menurutnya, di wilayah Bulungan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, berbagai kegiatan investasi swasta dibangun melalui skema kemitraan yang melibatkan masyarakat.
“Kalau konsepnya perhutanan sosial, ada juga konsep kemitraan. Di kawasan sekitar hutan, kegiatan investasi sektor swasta kita bangun melalui konsep kemitraan,” kata Kilat kepada Radar Kaltara, Senin (2/3).

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut juga diperkuat melalui skema Mitra Bulungan Berdaulat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Para pihak dan stakeholder hari ini menjadi mitra kita melalui konsep Mitra Bulungan Berdaulat, sehingga program berjalan dengan kolaboratif,” katanya.

Kilat menekankan, aspek akuntabilitas menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan program. Pemda Bulungan, tegas dia, tidak berjalan sendiri, melainkan juga mendengarkan pandangan dari para mitra.
“Pertanggungjawaban dan akuntabilitas tidak hanya dipikirkan pemerintah daerah, tetapi kita juga mendengar pandangan mitra-mitra agar eksekusi program benar-benar berjalan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah dalam APBD Bulungan harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
“Rupiah yang ada di APBD ini harus benar-benar bisa kita pertanggungjawabkan. Saya selalu ingatkan kepada teman-teman pengelola kegiatan untuk berhati-hati karena aspek pengawasan hari ini sangat krusial,” ujarnya.

Meski demikian, Kilat mengakui bahwa pelaksanaan program tidak dapat dilakukan secara sporadis dalam satu tahun anggaran. Pemerintah daerah memilih pendekatan bertahap agar pelaksanaannya tetap terarah dan berkelanjutan.
“Kami tidak bisa mengeksekusi secara sekaligus dalam setahun. Tetapi kami pastikan program berjalan bertahap dan selalu dimunculkan setiap tahun dalam APBD,” jelasnya.

Ia pun optimistis, selama program berjalan sesuai rencana dan tetap berada di jalur yang telah ditetapkan, desain pembangunan yang telah disusun akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya optimistis, kalau ini berjalan on the track, program dan desain yang kita laksanakan akan memberikan hasil yang baik bagi Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim