Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Diborong Jauh Hari, Tiket Kapal Pelni dari Tarakan untuk H-3 Lebaran Diklaim Ludes Terjual

Zakaria RT • Senin, 23 Februari 2026 | 16:11 WIB

Kepala Cabang Pelni Tarakan, Ferdy Ronny Masengi
Kepala Cabang Pelni Tarakan, Ferdy Ronny Masengi

TARAKAN - Meski Idulfitri atau lebaran masih diprediksi 25 hari lagi, namun tiket Kapal Pelni untuk keberangkatan H-3 lebaran dinyatakan sudah habis terjual. Hal tersebut dinilai tidak terlepas dari antusias masyarakat untuk melaksanakan mudik di hari raya. Hal itu juga diduga lantaran tidak adanya kenaikan harga tiket meski di hari besar.

Kepala Cabang (Pelni) Tarakan, Ferdy Ronny Masengi menerangkan, jika gelombang mudik Lebaran mulai terasa lebih cepat dari perkiraan. Dibeberkannya, tiket kapal untuk keberangkatan H-3 Lebaran dari Tarakan dilaporkan telah habis terjual. Menurutnya hal ini menandakan tingginya mobilitas masyarakat yang memilih pulang kampung lebih awal demi menghindari kepadatan mendekati hari raya.

"Untuk keberangkatan 16 Maret 2026 sudah tidak tersedia. Antusias masyarakat memang cukup tinggi. Kami melihat, tren pembelian tiket tahun ini menunjukkan pola yang lebih cepat dibandingkan hari biasa. Banyak calon penumpang tidak ingin mengambil risiko kehabisan tiket, terutama untuk jadwal mendekati puncak arus mudik," ujarnya, Minggu (23/2).

Dengan habisnya tiket untuk H-3 lebaran, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui jalur yang tidak resmi. Penawaran tiket di luar sistem resmi berpotensi merugikan penumpang, baik dari sisi harga yang tidak wajar maupun kepastian keberangkatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui aplikasi resmi Pelni Mobile atau agen perjalanan yang telah bekerja sama dengan kami. Jangan mudah percaya pada penawaran tiket di luar jalur resmi,” terangnya.

Ia menjelaskan, sistem penjualan tiket saat ini telah terintegrasi secara daring dan transparan. Apabila ada pembatalan dari penumpang, kursi akan otomatis kembali tersedia dalam sistem dan bisa dibeli oleh masyarakat lain melalui aplikasi resmi. Dengan sistem tersebut, kata dia peluang permainan tiket dinilai semakin kecil. Namun demikian, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan, terutama saat permintaan sedang tinggi seperti menjelang Lebaran.

"Kami terus berbenah, dan melakukan evaluasi terhadap kemungkinan adanya aktivitas calo. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat agar membeli di agen resmi atau membeli secara online agar pengguna mendapatkan hak jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," tukasnya.

Saat disinggung terkait perkembangan pembukaan rute Tarakan-Surabaya, ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengikuti pola trayek yang telah ditetapkan kantor pusat bersama Kementerian Perhubungan. Keterbatasan armada menjadi alasan utama belum dibukanya rute langsung tersebut.

“Armada yang kami operasikan saat ini belum ada penambahan. Jika rute diperpanjang sampai Surabaya, waktu tempuh akan semakin panjang dan perputaran kapal menjadi lebih lama. Perpanjangan rute berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan kapal ke Tarakan. Kondisi itu dikhawatirkan justru mengganggu pola pelayanan yang selama ini sudah berjalan stabil," jelasnya.

Diuraikannya, sebagai solusi Pelni tetap mengarahkan penumpang untuk menggunakan skema transit di Balikpapan. Dari Tarakan, masyarakat dapat berangkat menggunakan KM Lambelu atau KM Bukit Siguntang menuju Balikpapan, kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan kapal lanjutan seperti yang jadwalnya telah disesuaikan.

“Skema ini sudah cukup lama berjalan dan sebagian besar masyarakat sudah memahami mekanismenya. Biasanya kapal dari Tarakan tiba malam hari di Balikpapan, lalu paginya ada kapal lanjutan ke Surabaya. Meskipun membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan rute langsung, pola koneksi jadwal itu dinilai cukup efektif untuk menjaga kesinambungan pelayanan," jelasnya.

"Kami memastikan permintaan pembukaan rute langsung Tarakan–Surabaya telah disampaikan ke kantor pusat. Tapi, keputusan akhir tetap berada di tingkat manajemen pusat dan kementerian terkait. Kalau nantinya ada kebijakan pembukaan rute, kami siap melayani. Untuk saat ini, kami masih mengikuti skema yang berlaku,” pungkasnya (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#mudik #tarakan #Tiket Kapal Pelni #pelni #arus mudik