Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Haru di Apron Lanud Anang Busra Tarakan, Jenazah Pilot Pelita Air Diserahkan, Duka dan Apresiasi Iringi Kepulangan

Eliazar Simon • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:31 WIB

 

DISERAHKAN : Suasana haru menyelimuti apron Lanud Anang Busra saat jenazah Captain Hendrik Ludwig Adam di serahkan dari tim SAR Tarakan kepada pihak maskapai.
DISERAHKAN : Suasana haru menyelimuti apron Lanud Anang Busra saat jenazah Captain Hendrik Ludwig Adam di serahkan dari tim SAR Tarakan kepada pihak maskapai.

TARAKAN – Suasana haru menyelimuti apron Lanud Anang Busra, Jumat (20/2) siang. Setibanya dari Long Bawan, jenazah Captain Hendrik Ludwig Adam, pilot pesawat pengangkut BBM milik Pelita Air yang mengalami kecelakaan di Krayan, langsung diserahkan dari tim SAR Tarakan kepada pihak maskapai. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dan disaksikan unsur TNI AU, Basarnas, otoritas bandara, AirNav, serta perwakilan Pelita Air.

Kepulangan almarhum yang gugur usai menuntaskan misi distribusi BBM satu harga ke wilayah perbatasan juga diiringi ucapan duka dari masyarakat Krayan. Masyarakat adat Dayak Lundayeh Krayan Raya menyampaikan belasungkawa melalui karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril selaku SAR Mission Coordinator menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi evakuasi di Long Bawan.

“Kemarin dan hari ini kita sudah menyaksikan penyerahan jenazah. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang bersama-sama melaksanakan kegiatan operasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan evakuasi tidak lepas dari kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat setempat di tengah medan yang berat.

Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo menegaskan, Angkatan Udara memberikan dukungan penuh sejak awal proses evakuasi hingga jenazah tiba di Tarakan.

“Alhamdulillah, kolaborasi dan koordinasi yang sangat baik dengan SAR Tarakan bersama personel kami berhasil membawa jenazah dari Long Bawan ke Tarakan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran Bandara Juwata dan AirNav Indonesia yang menyediakan data akurat untuk kebutuhan koordinasi seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, keterlibatan masyarakat serta personel TNI-Polri dalam proses evakuasi menjadi faktor penting, mengingat lokasi jatuhnya pesawat berada di medan berbukit, licin, dan terjal dengan jarak sekitar 3–5 kilometer dari bandara.

“Kita semua akan mendukung pelaksanaan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Butiran-butiran di lapangan sudah siap untuk proses selanjutnya,” tambahnya.

Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Internasional Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, mewakili Dirjen Perhubungan Udara turut menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut.

“Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi kami semua. Semoga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya.

Captain Hendrik Ludwig Adam diketahui merupakan satu-satunya awak pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang jatuh usai mengantarkan 4.000 liter BBM dalam program BBM satu harga. Misi tersebut merupakan bagian penting untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan dunia penerbangan, tetapi juga bagi masyarakat perbatasan yang selama ini merasakan manfaat dari penerbangan perintis.

Setelah prosesi penyerahan di Tarakan, jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di Bogor. Kolaborasi seluruh pihak dalam proses evakuasi menjadi bukti kuatnya sinergi kemanusiaan dalam penanganan musibah di wilayah perbatasan. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#Long Bawan #Pilot Pelita Air Ditemukan #nunukan #pesawat jatuh #krayan #pelita air