TARAKAN — Menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), arus keluar masuk komoditas pangan dan hewan ke Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat pengawasan ekstra. Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kaltara memperketat pemeriksaan di pelabuhan dan bandara guna memastikan pasokan yang beredar di masyarakat aman, sehat, dan tidak memicu lonjakan harga. Langkah ini menjadi krusial mengingat Tarakan merupakan pintu utama distribusi barang sekaligus motor ekonomi Kaltara.
Kepala Karantina Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud menegaskan, pengawasan difokuskan pada komoditas berisiko tinggi, baik hewan ternak maupun bahan pangan yang menjadi konsumsi utama masyarakat selama Ramadan.
“Pengawasan kami lakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Kami pastikan hewan yang masuk memenuhi persyaratan karantina dan bebas dari HPHK. Saat ini ada PMK yang masih menjadi perhatian, ditambah isu virus Nipah yang juga harus diwaspadai,” ujarnya.
Tak hanya hewan kurban, pengawasan juga menyasar produk pangan seperti daging ayam. Karantina bahkan menemukan komoditas yang masuk tanpa dokumen resmi.
“Beberapa hari lalu kami tindak ayam yang dimasukkan hanya menggunakan kantongan plastik tanpa sertifikat karantina. Karena volumenya kecil dan risikonya rendah, kami lakukan edukasi. Tapi jika jumlahnya besar, tentu akan langsung ditindak,” tegasnya.
Selain kelengkapan dokumen, pemeriksaan juga mencakup kesehatan produk dan penerapan rantai dingin untuk menjaga mutu pangan. Di tengah keterbatasan sumber daya manusia, Karantina Kaltara memprioritaskan pengawasan di pintu masuk resmi. Sementara jalur-jalur lain yang belum ditetapkan akan dipetakan sebagai bagian dari strategi penguatan pengawasan.
“Kami konsen di pintu utama terlebih dahulu sambil memetakan jalur lain agar pengawasan bisa lebih merata,” tambah Ichi.
Penguatan pengawasan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan. Karantina Kaltara turut ambil bagian dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan yang digelar pada 9 Februari lalu.
Dalam forum yang dihadiri Wali Kota Tarakan Khairul dan sejumlah instansi terkait tersebut, dibahas langkah konkret menjaga pasokan dan kelancaran distribusi menjelang Imlek, Ramadan hingga Idulfitri.
“Karantina berada di pintu masuk dan keluarnya komoditas. Percepatan layanan sertifikasi dan pemeriksaan menjadi kunci agar distribusi lancar dan tidak memicu kelangkaan maupun kenaikan harga,” jelasnya.
Wali Kota Tarakan Khairul menekankan, pentingnya kolaborasi seluruh pihak mengingat peran strategis Tarakan sebagai penyumbang sekitar 40 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara.
“Menghadapi potensi lonjakan harga, kita harus sinergi. Program cetak sawah perlu segera dilakukan dan suplai komoditas lokal seperti kangkung dari petani harus dimaksimalkan,” katanya.
Peningkatan pengawasan di pintu masuk menjadi langkah preventif untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi dengan harga stabil. Selain menjamin keamanan pangan, langkah ini juga diharapkan mampu mencegah masuknya komoditas berisiko yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat maupun perekonomian daerah.
Dengan penguatan sinergi lintas instansi, Karantina Kaltara optimistis pasokan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri tetap aman, distribusi lancar, dan inflasi daerah tetap terkendali. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT