TARAKAN - Pemadaman listrik menjelang Ramadan bukan sekadar gangguan teknis, tetapi ujian serius bagi kualitas pelayanan publik di Kota Tarakan. Di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat untuk beribadah dan beraktivitas malam hari, kepastian pasokan listrik menjadi harga mati.
Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) guna meminta PLN memberikan layanan prima. Sehingga pihaknya mengharapkan, tidak ada pemadaman listrik sepanjangan Ramadan.
“Kalau memang ada mati bergilir atau jadwal mati bergilir, ya kami minta alasannya apa. Apakah perbaikan atau ada hal lain,” ujarnya, Senin (16/2).
Menurutnya, dalam regulasi pelayanan, masyarakat minimal harus mendapatkan informasi resmi apabila terjadi pemadaman. Transparansi menjadi kewajiban agar warga dapat bersiap dan tidak dirugikan. “Minimal masyarakat tahu ini mau mati di mana, jadi bisa menyiapkan apa yang harus disiapkan,” tegasnya.
Sejauh ini, kata Yunus, belum ada keluhan besar yang masuk secara resmi ke DPRD terkait pelayanan listrik. Meski demikian, ia mengakui ada informasi soal pengaduan masyarakat mengenai meteran listrik yang diputus dan diminta mengganti perangkat karena dianggap tidak sesuai pemakaian. Ia berjanji akan mengecek apakah laporan tersebut sudah masuk ke komisi terkait. Secara umum, DPRD menilai pelayanan listrik di Tarakan masih tergolong normal.
“Kalau selama ini sih bagus-bagus saja. Cuma memang kadang mati mungkin karena ada kendala atau ada yang kena pohon,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT