Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Rankaian Beberapa Hari Besar Keagamaan, Ini yang Dilakukan Polres Tarakan

Eliazar Simon • Senin, 16 Februari 2026 | 12:46 WIB

 

ELIAZAR/RADAR TARAKAN  RANGKUL : Polres Tarakan merangkul tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan se-Kota Tarakan untuk menciptakan kondusifitas jelang beberapa rangkaian HKBN.
ELIAZAR/RADAR TARAKAN RANGKUL : Polres Tarakan merangkul tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan se-Kota Tarakan untuk menciptakan kondusifitas jelang beberapa rangkaian HKBN.

TARAKAN – Menjelang rangkaian beberapa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Polres Tarakan memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan se-Kota Tarakan melalui forum silaturahmi dan dialog kamtibmas yang digelar pada Jumat (13/2) lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik, jajaran pejabat utama, Kapolsek Tarakan Barat, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama bersama perwakilan enam agama, serta unsur organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

Dikatakan Kapolres Tarakan, forum ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan persepsi pengamanan jelang perayaan Tahun Baru Imlek, Ramadan dan Idulfitri, Nyepi, hingga Paskah agar situasi tetap aman dan kondusif di Tarakan.

Dalam dialog tersebut, sejumlah potensi kerawanan mencuat. Di antaranya maraknya balap liar yang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tradisi balap lari di jalan umum, aktivitas membangunkan sahur menggunakan pengeras suara secara berlebihan, hingga peredaran minuman keras ilegal yang kerap memicu konflik sosial.

Selain itu, persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian, terutama penumpukan sampah di kawasan pesisir dan sekitar masjid saat kegiatan buka puasa. "Parkir liar dan aktivitas ekonomi di badan jalan juga dinilai berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, para tokoh agama dan perwakilan ormas memberikan sejumlah masukan. Di antaranya penegakan hukum tegas melalui penilangan terhadap pelaku balap liar, penyediaan lokasi khusus untuk tradisi balap lari melalui koordinasi dengan pemerintah kota, serta pendirian pos pelayanan dan pos pengamanan di titik strategis sebagaimana pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Pengamanan juga diharapkan difokuskan pada pengaturan lalu lintas, pusat keramaian, rumah ibadah, serta wilayah yang dianggap rawan gangguan kamtibmas. "Mereka juga mendorong penguatan edukasi kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti rutin," tuturnya.

Tak kalah penting, para peserta forum menekankan penguatan nilai toleransi, moderasi beragama, serta sosialisasi Call Center 110 di tempat-tempat ibadah agar masyarakat mudah melapor jika terjadi gangguan keamanan.

Kapolres Tarakan menegaskan, secara umum situasi kamtibmas menjelang Ramadan masih relatif kondusif. Namun, sejumlah potensi gangguan seperti petasan atau meriam bambu, parkir liar, balap liar, dan peredaran miras ilegal tetap menjadi atensi.

“Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan dapat berjalan aman, damai, dan penuh toleransi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi agenda rutin sebagai ruang dialog lintas elemen dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

"Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang sejuk dan harmonis, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman sesuai keyakinan masing-masing," pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#hkbn #tarakan #gangguan kamtibmas #polres tarakan