Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, Anggota DPR RI Hj. Rahmawati, S.H, Kabinda Provinsi Kalimantan Utara Letkol Gpl. Kresna Efendi, S.Hub.Int, perwakilan Brimob Polda Kaltara, perwakilan Danlanud Kaltara, perwakilan Kapolres Tarakan, serta Pengurus API Pusat yang terdiri atas Ketua Umum dan Bendahara Umum.
Konferensi Daerah tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara melalui pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Otto Simon Tanduk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Utara yang dinilai selama ini hadir sebagai pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, ras, maupun suku.
“Bapak Gubernur telah menunjukkan keteladanan sebagai pemimpin yang merangkul semua golongan di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Otto juga menyampaikan aspirasi mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dapat memberangkatkan Penyelenggara Kristen yang belum berkesempatan mengikuti perjalanan rohani ke Holy Land (Tanah Perjanjian), yakni penyelenggara Kristen Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.
Permohonan tersebut langsung mendapat respons positif dari Gubernur Kalimantan Utara. Dalam sambutannya sebelum pemukulan gong, Gubernur secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk memenuhi permintaan tersebut.
Sebagai agenda utama, Konferensi Daerah API Kaltara juga menetapkan kepengurusan baru. Melalui proses pemilihan, Pdt. Julti Toding Bua, S.Th, terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia Provinsi Kalimantan Utara periode 2026-2031.
Diharapkan, kepengurusan baru API Kaltara dapat memperkuat sinergi antarpendeta lintas sinode, mendorong terciptanya kehidupan beragama yang rukun dan harmonis, serta mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. (lim)
Editor : Azward Halim