Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Akhir Januari, Suhu di Tarakan Berpotensi Tembus 35 Derajat Celsius

Zakaria RT • Jumat, 30 Januari 2026 | 19:57 WIB
PERKIRAAN: Menjelang akhir Januari suhu di Tarakan berpotensi sampai 35 derajat celsius.
PERKIRAAN: Menjelang akhir Januari suhu di Tarakan berpotensi sampai 35 derajat celsius.

TARAKAN – Cuaca panas dengan suhu udara tinggi masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk Kota Tarakan. Pada akhir Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara maksimum harian di wilayah ini mencapai 34 hingga 35 derajat Celsius, sehingga terasa menyengat terutama pada siang hari.

Prakirawan Cuaca BMKG Tarakan, Hatta Rachim menjelaskan, kondisi cuaca panas tersebut dipengaruhi oleh minimnya gangguan atmosfer di wilayah Kaltara. Saat ini, tidak terpantau aktivitas signifikan dari fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), serta tidak terbentuknya konvergensi massa udara yang biasanya memicu pertumbuhan awan hujan.

“Ketika tidak ada gangguan atmosfer, penyinaran matahari berlangsung lebih optimal. Akibatnya, pemanasan permukaan meningkat dan suhu udara menjadi lebih tinggi dari kondisi normal,” ujar Hatta, Jumat (30/1).

"Meski hujan sempat terjadi tadi pagi, hal ini adalah akumulasi dari suhu tinggi beberapa hari terakhir yang akhirnya membuat uapan air ke udara cukup banyak yang dilanjutkan dengan hujan. Selain itu, kami juga memantau adanya beberapa bibit siklon yang terbentuk di wilayah selatan Indonesia. Keberadaan sistem tekanan rendah ini menyebabkan pergerakan massa udara dari wilayah Kaltara mengalir ke arah selatan, sehingga pembentukan awan hujan justru lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan," sambungnya.

Lanjutnya, cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir turut berdampak pada kondisi lingkungan. BMKG mencatat mulai munculnya sejumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah Kalimantan Utara. Hal ini dipicu oleh kondisi lahan yang semakin kering serta penurunan kelembapan udara dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan, terutama di wilayah dengan vegetasi kering. Oleh karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan,” katanya.

Meski demikian, BMKG memprakirakan kondisi suhu panas ini tidak akan berlangsung lama. Dalam beberapa hari ke depan, suhu udara diprediksi akan berangsur menurun seiring dengan adanya perubahan pola cuaca regional yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, dengan menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari dehidrasi, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan, khususnya pada siang hari saat intensitas penyinaran matahari berada pada puncaknya," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kaltara #cuaca #bmkg