TARAKAN – Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia (WI) Kalimantan Utara menegaskan komitmennya mendukung Airlangga Hartarto untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia pada Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.
Ketua Harian WI Kaltara Hendra Radianto mengatakan, dukungan tersebut didasarkan pada ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Wushu Indonesia yang tidak membatasi masa jabatan ketua umum.
“Kami di Kaltara tetap solid mendukung Pak Airlangga Hartarto sebagai calon Ketua Umum PB Wushu. Dalam AD/ART Wushu tidak ada aturan pembatasan periode jabatan,” ujar Hendra.
Menurutnya, pembatasan dua periode sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan hanya berlaku bagi Ketua Umum KONI, bukan bagi pengurus cabang olahraga. “Kalau di cabang olahraga tidak dibatasi. Contohnya di pencak silat, Ketua Umumnya Pak Prabowo sudah menjabat lintas periode sejak lama. Begitu juga di cabang lain seperti atletik,” jelasnya.
Hendra menilai kepemimpinan Airlangga Hartarto terbukti membawa dampak positif bagi perkembangan dan prestasi Wushu Indonesia. Selain berlatar belakang sebagai mantan atlet, Airlangga dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap organisasi dan pembinaan olahraga.
“Mencari ketua umum seperti Pak Airlangga itu sulit. Beliau mantan atlet, pernah aktif di Wushu sejak muda, lalu kembali dan membuktikan kapasitasnya. Prestasi Wushu Indonesia meningkat, termasuk di ajang internasional seperti Asian Games,” katanya.
Terkait dukungan resmi, Hendra memastikan Pengprov WI Kaltara telah menyiapkan surat dukungan yang akan diserahkan langsung ke panitia pemilihan di Jakarta. “Surat dukungan harus diserahkan langsung karena menggunakan stempel basah. Agenda kami kemungkinan minggu kedua Februari ke Jakarta, bersamaan dengan seleknas dan agenda PB lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan dukungan dari daerah lain di Pulau Kalimantan relatif solid. Komunikasi intens telah dilakukan dengan Pengprov WI Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. “Sejauh ini kami sepakat mendukung Pak Airlangga. Bahkan di bursa calon ketua umum, sepertinya beliau calon tunggal,” tambah Hendra.
Soal komitmen, Hendra mengungkapkan pernyataan Airlangga Hartarto pada Rapat Kerja Nasional PB WI November lalu yang dinilai menjadi bukti keseriusan memimpin Wushu Indonesia. “Beliau menyampaikan, jabatan boleh hilang, entah itu menteri atau ketua partai, asal jangan jabatan di Wushu. Itu komitmen besar,” ujarnya.
Selain prestasi, keberhasilan Airlangga juga terlihat dari dukungan pendanaan. Selama kepemimpinannya, PB WI mampu menarik sponsor dan donatur dengan nilai signifikan. “Ada sponsor yang menyumbang Rp 500 juta, bahkan hingga Rp 1 miliar. Totalnya bisa mencapai sekitar Rp 5 miliar. Ini tentu sangat membantu pembinaan dan kemajuan Wushu Indonesia,” pungkas Hendra. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT