Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Awal Tahun Rawan, Polisi Ungkap Modus Pencurian di Tarakan

Eliazar Simon • Jumat, 23 Januari 2026 | 18:37 WIB

 

PENGUNGKAPAN: Kasus curanmor dengan barang bukti 8 kendaraan roda dua yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Tarakan di awal tahun 2026.
PENGUNGKAPAN: Kasus curanmor dengan barang bukti 8 kendaraan roda dua yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Tarakan di awal tahun 2026.

TARAKAN – Aksi pencurian di Kota Tarakan kembali marak sejak awal tahun 2026. Pelaku kejahatan memanfaatkan kondisi hujan dan jam rawan malam hari untuk membobol booth usaha mikro kecil menengah (UMKM) di pinggir jalan, serta mencuri kendaraan bermotor dan barang berharga milik warga.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah melalui Kanit Pidum IPDA Eko Susilo mengatakan, peningkatan laporan pencurian sudah terdeteksi sejak akhir tahun 2025 dan berlanjut hingga Januari 2026.

“Tren pencurian ini bukan hanya terjadi di awal tahun. Sejak akhir tahun lalu sudah meningkat, terutama menyasar booth UMKM yang berada di pinggir jalan,” ujar Eko, Jumat (23/1).

Salah satu kejadian menonjol terjadi di kawasan Taman Berlabuh, Kota Tarakan. Sebuah booth usaha dibobol pelaku saat hujan turun deras dan pemiliknya tengah terlelap tidur. “Pelaku biasanya beraksi saat hujan dan kondisi lingkungan sepi. Ketika masyarakat sedang tidur lelap, itu menjadi momen yang dimanfaatkan pelaku,” jelasnya.

Tak hanya booth UMKM, kepolisian juga menerima laporan pencurian kendaraan bermotor. Sepanjang Januari 2026, sedikitnya dua unit sepeda motor dilaporkan hilang di dua lokasi berbeda.

Selain itu, pencurian barang di kendaraan juga masih kerap terjadi. Telepon genggam yang ditinggalkan di dasbor sepeda motor saat parkir menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. “Banyak kejadian karena kelalaian. Misalnya HP diletakkan di dasbor motor dan ditinggal sebentar, langsung diambil pelaku,” ungkap Eko.

Untuk modus operandi, pelaku pencurian booth umumnya merusak rantai atau gembok. Sementara pada pencurian kendaraan bermotor, beberapa kasus terjadi karena kunci sepeda motor masih tertinggal. “Ada laporan kunci motor masih menempel. Ini tentu mempermudah pelaku dan menunjukkan kurangnya kewaspadaan,” katanya.

Menurut Eko, terjadinya pencurian tidak hanya dipicu niat pelaku, tetapi juga adanya kesempatan akibat kelengahan masyarakat. “Ketika kita merasa lingkungan aman lalu lengah, dari situlah kesempatan muncul,” tambahnya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendataan terhadap jumlah pasti kasus pencurian sepanjang Januari 2026. Rekapitulasi lengkap baru akan dilakukan pada akhir bulan untuk memetakan pola dan motif kejahatan.

Terkait lokasi, Eko menegaskan tidak ada titik rawan tertentu. Laporan pencurian masih tersebar di berbagai wilayah Kota Tarakan. “Kejadiannya tidak terfokus di satu tempat, tapi menyebar,” jelasnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan malam hari. Pemilik booth diminta memastikan gembok dan rantai terpasang kuat serta tidak meninggalkan barang berharga di lokasi usaha.

Warga juga diingatkan untuk selalu mengamankan kendaraan dan tidak meninggalkan barang berharga di tempat terbuka. “Dimanapun berada, tetap waspada. Kewaspadaan adalah kunci untuk mencegah terjadinya pencurian,” pungkas Eko. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kriminal #pencurian #curanmor