Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Soroti Isu LGBT, DP3AP2KB Tarakan Berharap Kerjasama Semua Pihak

Zakaria RT • Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27 WIB
Kepala Bidang DP3AP2KB Kota Tarakan, dr. Jumiati
Kepala Bidang DP3AP2KB Kota Tarakan, dr. Jumiati

 

TARAKAN — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tarakan menyoroti adanya isu dugaan fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Kota Tarakan. Sehingga dalam hal ini DP3AP2KB akan membangun koordinasi dengan instansi terkait dalam menggali fakta terhadap fenomena yang menyita perhatian masyarakat tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang DP3AP2KB Tarakan, dr Jumiati menerangkan, dugaan fenomena LGBT di lingkungan sekolah tentunya menjadi masalah serius bagi kelangsungan generasi muda. Apalagi, menurutnya fenomena ini memiliki efek domino yang nantinya berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

"Persoalan LGBT ini saya kira tidak hanya berdampak serius bagi generasi muda, tapi juga ke berbagai aspek sosial seperti ancaman persoalan mental, kesehatan, moral dan norma-norma agama. Selain itu fenomena ini juga berpotensi menimbulkan lebih banyak korban karena fenomena dapat membuat korban menjadi pelaku. Sehingga ini perlu ditangani secara bersama-sama dan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja," ujarnya, Rabu (14/1).

"Persoalan ini juga berkaitan dengan banyak aspek, mulai dari pendidikan, psikologis, kesehatan, hingga nilai keagamaan. Penanganan awal di lingkungan sekolah dilakukan melalui Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK-S). Kalau permasalahan tidak dapat diselesaikan di tingkat sekolah, maka kasus akan ditingkatkan ke tingkat kota," sambungnya.

Diungkapkannya, sejauh ini DP3AP2KB Tarakan belum menerima laporan resmi terkait kasus LGBT di sekolah. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi dengan memperkuat koordinasi dan upaya pencegahan.

Menurut Jumiati, pencegahan dilakukan melalui berbagai program edukasi, seperti kelas parenting bagi orang tua dan guru, pembinaan guru bimbingan konseling, serta penguatan peran pusat pembelajaran keluarga.

“Sampai sekarang belum ada laporan resmi yang masuk ke kami. Kemungkinan masih ditangani di tingkat sekolah. Yang kami lakukan selama ini lebih banyak pada upaya pencegahan. Edukasi kepada orang tua, guru, dan lingkungan sekolah itu sangat penting,” jelasnya.

"Kami berencana meningkatkan sinergi lintas sektor dan memperluas kegiatan edukasi di sekolah-sekolah, sebagai upaya memperkuat perlindungan anak dan mencegah munculnya kasus serupa," pungkasnya. (zac/jnr).

Editor : Januriansyah RT
#lgbt #tarakan #sekolah