Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tim Kaji Cepat 'Diterjunkan' untuk Penetapan Status Bencana di Sembakung

Iwan RT • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:30 WIB

BENCANA: Banjir yang terjadi di Sekatak pada Selasa (6/1).
BENCANA: Banjir yang terjadi di Sekatak pada Selasa (6/1).
TANJUNG SELOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memantau dan meng-update perkembangan situasi bencana banjir yang terjadi di wilayah Kaltara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Tarakan per Selasa (6/1), ada dua daerah yang tergenang banjir di Kaltara, yakni di Kecamatan Sembakung, Nunukan dan Kecamatan Sekatak, Bulungan.

"Untuk di Sembakung itu kita lihat nanti. Berdasarkan laporan yang kami terima, itu mereka sudah menurunkan tim untuk melakukan kaji cepet," ujar Kepala Pelaksanaan (Kalak) BPBD Kaltara, Andi Amriampa saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (7/1).

Tim kaji cepat ini 'diterjunkan' dalam rangka untuk penetapan status kebencanaan, apakah masih cukup dalam kategori siaga bencana atau sudah masuk ke dalam tanggap darurat bencana.

"Nanti kita evaluasi setelah mereka menetapkan status berdasarkan hasil kaji cepat itu," kata Andi Amriampa.

Sementara untuk di Sekatak, informasi yang diterima bahwa kondisi air sudah surut. Jika dilihat dari kondisi di lapangan, kemungkinan banjir terjadi akibat daya tampung sungai yang kurang karena drainase utamanya sudah terjadi pendangkalan.

"Dengan debit air yang tinggi, sehingga air meluap ke pemukiman warga," sebutnya.

Pada prinsipnya, langkah penanganan yang dilakukan di kabupaten/kota, itu tetap dipantau oleh pihaknya. Jika ada permintaan bantuan atau dukungan dari provinsi, maka pihaknya akan menurunkan tim untuk membantu.

"Sejauh ini kami masih monitoring perkembangan untuk melihat situasi dan kondisi. Kalau, bantuan, tahun lalu itu di Sembakung kita ada bantu 8 unit pompa air. Alat itu bisa digunakan untuk situasi hidrometeorologi basah maupun kering," pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim