TARAKAN – Pelaksanaan Siaga Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) berjalan aman dan kondusif. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tarakan memastikan seluruh rangkaian siaga yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 berakhir tanpa insiden menonjol alias zero accident.
Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor SAR Tarakan Dede Hariana menyampaikan, selama masa siaga, seluruh wilayah kerja SAR Tarakan yang mencakup empat kabupaten dan satu kota terpantau stabil. Tidak ada kejadian kecelakaan besar, baik di jalur laut, darat, maupun udara, termasuk pada puncak arus Natal dan Tahun Baru.
“Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan lancar dan terkendali. Tidak ada kejadian menonjol, baik saat puncak arus Natal maupun Tahun Baru,” ujar Dede, Rabu (7/1).
Di Kota Tarakan, pengamanan difokuskan pada sejumlah titik vital transportasi dan mobilitas masyarakat, seperti Pelabuhan Kayan, Pelabuhan Malundung, Pelabuhan Tengkayu, Juwata Ferry, serta Bandara Juwata.
Personel SAR bersiaga penuh untuk memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran arus lalu lintas selama libur panjang.
Untuk mendukung siaga Nataru, Kantor SAR Tarakan mengerahkan sekitar 60 personel, terdiri dari rescuer, operator, hingga Anak Buah Kapal (ABK). Selain itu, kekuatan juga diperkuat di daerah penyangga, yakni Unit Siaga SAR Bulungan dengan 10 personel dan Pos SAR Nunukan sebanyak 8 personel.
“Tahun ini Bulungan sudah resmi memiliki Unit Siaga SAR yang beroperasi penuh. Ini sangat membantu memperluas jangkauan pelayanan SAR di Kalimantan Utara,” jelasnya.
Dari sisi sarana dan prasarana, berbagai alat utama SAR turut disiagakan, mulai dari dua unit truk personel, dua mobil D-MAX, dua motor trail, kapal KN SAR SETA, dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), hingga peralatan ekstrikasi dan medis. Kapal KN SAR SETA juga aktif melakukan patroli perairan Tarakan selama masa siaga.
“KN SAR SETA beberapa kali berpatroli di perairan Tarakan, sekaligus uji mesin setelah docking di Samarinda,” tambah Dede.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kesiapsiagaan SAR tahun ini. Selain keberhasilan menjaga zero incident, aspek keselamatan di pelabuhan diperkuat dengan penambahan perlengkapan medis dan alat evakuasi. Penambahan 22 ASN baru hasil rekrutmen CPNS turut memperkuat sumber daya manusia SAR Tarakan.
“Dengan tambahan personel dan optimalisasi unsur laut maupun udara, efektivitas operasi SAR tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT