TARAKAN – Meski libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 telah berakhir, Polsek Kawasan Pelabuhan Tarakan tetap melaksanakan pengamanan dan pemantauan arus penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan. Langkah ini dilakukan guna memastikan aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tarakan Iptu Yazwar mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Lilin dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru, situasi di Pelabuhan Tengkayu I SDF terpantau kondusif meski terjadi peningkatan jumlah penumpang.
“Pelaksanaan Operasi Lilin berlangsung selama kurang lebih 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Selama periode tersebut, situasi di Pelabuhan Tengkayu I SDF terpantau aman, lancar, dan cukup padat,” ujarnya.
Menurutnya, kepadatan penumpang didominasi oleh masyarakat yang melakukan perjalanan keluar dan masuk Kota Tarakan untuk memanfaatkan momentum libur Natal, Tahun Baru, serta libur sekolah. Kondisi ini menyebabkan arus penumpang meningkat dibandingkan hari biasa.
“Secara data, peningkatan jumlah penumpang mencapai kurang lebih 11 persen. Hal itu terlihat dari aktivitas di pelabuhan yang cukup ramai, terutama pada puncak arus keberangkatan dan kedatangan,” jelas Iptu Yazwar.
Dalam pelaksanaan pengamanan, Polsek Kawasan Pelabuhan Tarakan bertindak sebagai pos pelayanan terpadu dengan melibatkan lintas sektor. Pengamanan dilakukan bersama Dinas Perhubungan, Basarnas, serta unsur TNI guna memastikan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Pengamanan tidak hanya difokuskan di Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Malundung, tetapi juga mencakup Bandara Internasional Juwata Tarakan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Iptu Yazwar mengungkapkan selama Operasi Lilin terdapat sejumlah laporan dari masyarakat terkait barang penumpang yang tertinggal atau tertukar. Hal tersebut umumnya terjadi karena penumpang kurang memahami kondisi lokasi, baik di Tarakan maupun di daerah tujuan.
“Laporan yang paling sering kami terima adalah barang tertinggal atau tertukar. Bahkan ada laporan yang baru masuk setelah dua hingga tiga hari, sehingga proses penelusuran sedikit mengalami kendala,” ungkapnya.
Meski demikian, seluruh laporan yang masuk dapat ditangani dengan baik melalui koordinasi petugas di lapangan. Barang-barang yang dilaporkan tertinggal maupun tertukar berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.
“Alhamdulillah, semua laporan dapat kami tangani dan barang-barang tersebut berhasil ditemukan,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT