Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Rehabilitasi Masih Jadi Fokus Utama BNNP Kaltara, Ini Alasannya

Eliazar Simon • Jumat, 2 Januari 2026 | 14:45 WIB
PENCEGAHAN : Plt. Kepala BNNP Kaltara, Agus Surya Dewi memaparkan capaian kinerja di bidang pencegahan oleh BNNP Kaltara di tahun 2025.
PENCEGAHAN : Plt. Kepala BNNP Kaltara, Agus Surya Dewi memaparkan capaian kinerja di bidang pencegahan oleh BNNP Kaltara di tahun 2025.

TARAKAN – Selain pencegahan, rehabilitasi menjadi fokus utama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara dalam penanganan permasalahan narkoba sepanjang tahun 2025. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan korban penyalahgunaan narkotika sekaligus mengurangi dampak sosial di masyarakat.

Plt. Kepala BNNP Kaltara, Agus Surya Dewi, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya mencatat enam capaian utama di bidang rehabilitasi, yang mencakup layanan SKHPN, rehabilitasi rawat jalan, pascarehabilitasi, Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), hingga pembentukan agen pemulihan.

“Rehabilitasi adalah bentuk kehadiran negara dalam memulihkan korban penyalahgunaan narkoba, bukan semata-mata menghukum,” ujar Agus.

Capaian rehabilitasi BNNP Kaltara juga tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat yang melampaui target. Dari target sebesar 3,65, realisasi indeks kepuasan masyarakat mencapai 3,80, menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rehabilitasi BNN.

Selain program reguler, BNNP Kaltara mengembangkan sejumlah inovasi rehabilitasi, di antaranya pembentukan relawan rehabilitasi, pelatihan UTC bagi masyarakat untuk mendukung edukasi rehabilitasi melalui media digital, serta program Babinsa Aktif Rehabilitasi.

Program Babinsa Aktif Rehabilitasi dinilai strategis karena melibatkan aparat teritorial TNI dalam mendukung proses rehabilitasi di tingkat masyarakat. Para Babinsa dilatih agar memiliki kemampuan dasar dalam mengidentifikasi dan mendampingi penyalahguna narkoba yang membutuhkan rehabilitasi.

Dalam penanganan pengguna, peran Tim Asesmen Terpadu (TAT) juga dioptimalkan. Sepanjang 2025, TAT BNNP Kaltara melampaui target dengan realisasi 14 orang dari target 10 orang. Di wilayah perbatasan seperti Nunukan, capaian rehabilitasi bahkan mencapai 29 orang, jauh melampaui target 15 orang.

Agus menegaskan, penguatan rehabilitasi merupakan langkah strategis untuk memutus siklus penyalahgunaan narkoba. “Kalau pengguna bisa pulih dan kembali produktif, maka mata rantai peredaran narkoba bisa diputus dari hulunya,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#kaltara #narkoba #bnn #rehabilitasi