TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara menempatkan pencegahan sebagai garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Sepanjang tahun 2025, BNNP Kaltara mencatat 38 capaian kegiatan pencegahan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Plt. Kepala BNNP Kaltara, Agus Surya Dewi, mengatakan bahwa pencegahan merupakan langkah strategis untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba sejak dini, sebelum masuk ke ranah penegakan hukum.
“Pencegahan menjadi fondasi utama. Kalau dari awal sudah kuat, maka dampak narkoba di masyarakat bisa ditekan,” ujar Agus saat merilis capaian kinerja BNNP Kaltara tahun 2025.
Puluhan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program DIPA dan non-DIPA, yang mencakup sosialisasi, edukasi, serta penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan. Selain itu, BNNP Kaltara juga mencatat lima capaian inovasi P4GN yang difokuskan pada upaya pencegahan berbasis partisipasi masyarakat.
Agus menjelaskan, meskipun berada dalam satu bidang, pencegahan berbeda dengan pemberdayaan masyarakat. Pencegahan lebih menitikberatkan pada edukasi dan penyadaran, sementara pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat agar memiliki aktivitas positif dan produktif.
Dalam bidang pemberdayaan masyarakat (Daya Mas), BNNP Kaltara membukukan delapan capaian program yang menekankan penguatan life skill di lingkungan masyarakat dan pendidikan. Program ini diharapkan mampu menjadi benteng sosial yang mencegah masyarakat terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
BNNP Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program pencegahan, khususnya di wilayah rawan, sebagai bagian dari upaya jangka panjang mewujudkan Kalimantan Utara bersih dari narkoba.
Menurut Agus, pendekatan pencegahan dan pemberdayaan menjadi kunci untuk menekan permintaan narkotika di tengah masyarakat. “Kalau masyarakat sudah berdaya dan sadar, maka ruang gerak peredaran narkoba akan semakin sempit,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT