Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Awal Tahun 2026, Aktivitas Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Alami Penurunan

Zakaria RT • Kamis, 1 Januari 2026 | 16:08 WIB
MENURUN: Kondisi Pelabuhan Tengkayu I Tarakan pada Kamis (1/1).
MENURUN: Kondisi Pelabuhan Tengkayu I Tarakan pada Kamis (1/1).

TARAKAN - Memasuki arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pelabuhan Tengkayu I terpantau mulai mengalami penurunan aktivitas. Jika sebelum perayaan Natal terlihat sangat padat, namun pasca tahun baru terlihat agak longgar.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I, Widia Ayu Saraswati mengatakan, aktivitas keberangkatan pada 1 Januari 2026 mengalami kelonggaran dari sehari sebelumnya.

Lanjutnya, pada Rabu (31/12) lalu jumlah aktivitas perjalanan sejak tanggal 20 hingga 31 Desember secara komulatif mencapai 51.456 dengan rincian jumlah penumpang ketibaan di pelabuhan tengkayu I Tarakan sebanyak 26.246 dan penumpang yang berangkat sebanyak 25.210. lanjutnya, adapun untuk aktivitas pelabuhan pada Kamis (1/1), pihaknya melakukan perekapan.

"Sampai dengan tanggal 31 Desember 2025 jumlah armada yang beroperasi secara komulatif sebanyak 592 dengan rata2 perhari 48 hingga 52 armada yg beroperasi di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. ⁠Jumlah penumpang pada Nataru Tahun 2025/2026 di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan mengalami peningkatan sebanyak 10 persen dibanding dengan Periode Nataru Tahun 2024/2025," ujarnya.

"Kami memprediksi puncak arus balik penumpang setelah libur Nataru terjadi pada tanggal 3 Januari 2026. Karena besoknya itu sebagian pekerja sudah masuk kantor, jadi kemungkin balik sehari sebelumnya. Kami berharap hingga nanti posko ditutup tidak ada kendala berarti," sambungnya.

Ia mengakui jika tahun ini tidak ada penambahan jumlah armada speedboat. Lanjutnya, saat ini jumlah speedboat yang beroperasi sekitar 52 unit yang melayani seluruh rute se-Kaltara. pihaknya memastikan tidak ada speedboat yang menaikkan harga tiket secara sepihak.

"Kalau dibandingkan dengan Nataru tahun lalu, jumlah tahun ini mengalami peningkatan, kenaikannya sekitar 8 persen. Jadi, pengawasan kami itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kami supaya terus memaksimalkan pelayanan di tengah keterbatasan sumber daya manusia," jelasnya.

Namun demikian, ia kembali mengingatkan calon penumpang agar dapat datang minimal 30 menit sebelum keberangkatan speedboat. Dikatakannya, dalam hal keberangkatan pihak speedboat hanya memberi toleransi 5 menit saja. Setelah 5 menit berlalu, speedboat harus segera berlayar. Mengingat kata dia, posisi sandar speedboat hendak digunakan speedboat lainnya.

"Masih saja kadang ada yang terlambat, akhirnya kejar-kejaran menuju dermaga. Jadwal speedboat itu kan dibuat ontime jadi calon penumpang kalau bisa 30 menit sebelum speedboat jalan sudah ada di dermaga. Karena speedboat tidak bisa menunggu saat jam keberangkatannya tiba. Kalau tertinggal speedboat, itu kesalahan pembeli tiket dan tiketnya tidak bisa ditukar dengan jadwal keberangkatan speedboat lainnya meski 1 perusahaan," katanya.

"Kalau terlambat, maka status tiketnya hangus. Kalau tetap mau berangkat dengan speedboat lainnya, mesti membeli tiket baru," tutupnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #Pelabuhan Tengkayu #nataru