TARAKAN - Setelah perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa objek wisata Tarakan seperti Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) dan Pantai Amal mulai dipadati pengunjung. Wana wisata tersebut terpantau lebih ramai dari hari biasanya.
Salah satu pengunjung KKMB Sarifin menerangkan, dirinya sudah 6 tahun tidak mengunjungi KKMB. Sehingga di hari libur awal tahun ini ia mengisi hari libur dengan membawa keluarga melihat Primata endemik khas Kalimantan yakni Bekantan dan hewan lainnya. Dikatakannya, KKMB bukan hanya sekadar wana wisata, melainkan rumah bagi ratusan satwa di dalamnya. Selain itu, di KKMB ia mengaku merasa nyaman dengan menikmati udara yang segar dan suasana yang tenang.
"Terakhir ke sini sebelum pandemi covid. Saya sudah lama mau ke sini membawa keluarga, cuma saat libur ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi baru bisa ke sini hari ini. Kelihatannya sekarang sudah berubah, KKMB sekarang seperti kurang terawat karena banyak kayu jembatan yang jabuk, belum lagi fasilitas seperti WC dan kantin sudah tidak ada lagi," ujarnya, Kamis (1/1).
Ia berharap kondisi KKMB dapat menjadi perhatian pemerintah lantaran tidak semua daerah memiliki wana wisata hutan mangrove yang terdapat hewan endemik di dalamnya. Sehingga kata dia, seharusnya perawatan KKMB menjadi prioritas sebagai sumber oksigen masyarakat Kota Tarakan.
"Mudah-mudahan tahun ini ada perbaikan, karena ada banyak jembatan yang sudah hampir roboh. Tidak semua daerah punya KKMB, masyarakat Tarakan termasuk beruntung di Tarakan ada objek wisata alam dengan hewan endemik di dalamnya. Tidak semua orang bisa melihat bekantan secara langsung di habitatnya," terangnya.
Saat dikonfirmasi, petugas KKMB Rachmawati menerangkan, di saat hari libur seperti ini jumlah pengunjung KKMB bisa naik dua kali lipat dari hari biasa. Jika akhir pekan biasanya pengunjung KKMB hanya kisaran 100-120 namun di hari libur tahun baru meningkat menjadi 400-500 pengunjung.
"Ada peningkatan pesat, memang setiap libur tahun baru pasti meningkat drastis. Libur tahun baru hari ini cukup ramai mungkin karena cuaca yang cerah juga" ujarnya.
Meskipun setiap libur tahun baru, pengunjung meningkat, namun karcis masuk sebesar 3 ribu untuk anak-anak dan Rp 5 ribu rupiah untuk dewasa. Kendati begitu, ia jika saat ini KKMB masih mengalami keterbatasan fasilitas lantaran banyaknya fasilitas yang harus dibenahi.
"Kalau pengunjung internasional ada tarif tersendiri. Tidak sama dengan pengunjung lokal. Tapi memang saat ini masih banyak yang harus dibenahi fasilitasnya," tukasnya.
Sementara itu, Wahana wisata Binalatung Beach yang berada Pantai Amal juga dibanjiri pengunjung. Saat dikonfirmasi, Zulkifli pengelola wahana pantai amal menuturkan jika terjadi peningkatan signifikan pengunjung dari hari biasa. Ia memperkirakan jumlah pengunjung liburan tahun baru sekitar 2 ribu pengunjung. Meski demikian, ia mengakui jumlah ini mengalami penurunan dari beberapa tahun sebelumnya yang bisa mencapai 5 ribu pengunjung.
"Sejak 5 tahun terakhir sudah mengalami penurunan, karena cukup banyak wana wisata baru yang buka, jadi mungkin sudah terbagi. Turunnya itu sejak covid 2020 sampai sekarang belum bisa kembali seperti sebelum covid. Kalau ramai iya, tapi tidak seramai sebelum pendemi covid," urainya.
"Untuk karcis tidak ada perubahan tetap Rp 5 ribu per orang. Sama seperti hari biasa. kalau anak-anak Rp 3 ribu perorang. Karena pengunjung cukup banyak jadi fasilitasnya tidak cukup. Jadi siapa yang duluan datang dia bisa menempati gazebo yang ada," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT