Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

TBC dan Flu Tipe A Masih Hantui Masyarakat, Dinkes Tarakan Beri Perhatian Khusus

Zakaria RT • Jumat, 26 Desember 2025 | 17:59 WIB
Kepala Dinkes Tarakan, dr Devi Ika Indriarti M.Kes
Kepala Dinkes Tarakan, dr Devi Ika Indriarti M.Kes

TARAKAN - Sebagai penyakit yang kerap dianggap sepele dan tidak mendapatkan perhatian besar dari masyarakat, Tuberkulosis (TBC) dan Flu Tipe A kerap dianggap bukan ancaman bagi kesehatan.

Padahal aktivitas sebagian masyarakat saat ini kerap mendekatkan masyarakat pada kedua penyakit tersebut seperti aktivitas merokok dan jarang menggunakan masker saat berkendara roda dua. Sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan memberi perhatian khusus pada kedua penyakit ini.

Kepala Dinkes Tarakan, dr Devi Ika Indriarti M.Kes mengatakan, menjelang akhir tahun 2025 telah dilakukan pemeriksaan atau skrining kepada 475 orang dan dari pemeriksaan tersebut didapatkan 58 orang positif TBC. Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan pada masyarakat yang diduga mengidap TBC. Hal itu dimaksudkan, selain mengejar target penanganan TBC secara nasional, upaya tersebut dilakukan untuk mencegah menularnya TBC ke lebih banyak orang.

"Kami masih terus melakukan pencarian. Salah satu caranya adalah ketika ditemukan adanya seorang pasien batuk di puskesmas maka kami meminta untuk dilakukan pemeriksaan TBC. Dari sini kita dapat mendeteksi beberapa masyarakat mengindap TBC. Tapi tidak semua yang batuk TBC yah, tidak semua yang batuk diperiksa mengidap TBC, ada juga yang cuma batuk biasa," ujarnya, Jumat (26/12).

"Pemerintah pusat juga memberikan perhatian khusus pada TBC sehingga kami harus melakukan pemeriksaan secara masif untuk mengetahui perkembangan TBC di Tarakan. Kami berharap rendah sehingga akan lebih mudah ditanggani," sambungnya.

Sementara untuk Flu Tipe A, Devi menjelaskan jika spesies virus pada Flu Tipe A berasal dari hewan yang menular ke manusia. Dikatakannya, virus Flu tipe A terbagi berdasarkan protein permukaan hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N) menjadi berbagai sub tipe seperti H1N1, H3N2 dan H5N1. Beberapa sub tipe diketahui pernah menimbulkan penyakit serius seperti Flu Babi (H1N1) pada 2009 dan Flu Burung (H5N1).

"Kalau Flu Tipe A memiliki tingkat mutasi lebih tinggi dibanding flu biasa sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi seperti pneumonia dan dapat berkembang menjadi wabah jika penyebaran tidak terkendali. Perbedaannya dengan flu biasa terletak pada tingkat keparahan dan risiko epidemiknya. Flu Tipe A bisa berdampak lebih serius terutama pada kelompok rentan,” katanya.

"Sebenarnya Tarakan masih tergolong aman untuk virus Flu Tipe A, tapi jangan sampai lengah, kewaspadaan tetap harus dilakukan. Secara nasional, laporan surveilans menunjukkan kenaikan signifikan jumlah spesimen positif influenza, terutama subtipe H3N2, yang mulai mendominasi di beberapa daerah," lanjutnya.

Dikatakannya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya mengingatkan tren peningkatan Influenza A terjadi di kawasan Asia Tenggara dan Indonesia termasuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan pengawasan. Bahkan kata Devi, beberapa laporan menyebut angka kenaikan mencapai puluhan persen dalam periode tertentu.

"Untuk mengantisipasi hal itu, kami mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan mulai dari vaksinasi flu tahunan, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, hingga menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Selain itu, pentingnya penerapan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, istirahat cukup, serta minum air putih minimal delapan gelas per hari untuk menjaga daya tahan tubuh," urainya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #dinkes #penyakit