TARAKAN – Keselamatan pelayaran menjadi fokus utama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Tarakan dalam penyelenggaraan angkutan laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal ini ditegaskan dalam apel siaga Posko Angkutan Laut Nataru yang melibatkan berbagai instansi lintas sektor.
Kepala KSOP Kelas IIA Tarakan Stanislaus Wembly Wetik menyampaikan, pihaknya menggandeng TNI, Polri, Imigrasi, Bea Cukai, PT Pelni, PT Pelindo Tarakan serta operator pelabuhan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi pengamanan dan pelayanan.
“Dengan sinergi antarinstansi ini, kami berharap pelaksanaan angkutan laut Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan selamat,” ujar Stanislaus, Kamis (18/12).
Ia menambahkan, dalam apel siaga tersebut pihaknya juga menyampaikan delapan arahan dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut, di antaranya terkait kewajiban pemantauan cuaca, peningkatan koordinasi lapangan, serta pelaksanaan tugas yang mengedepankan kehati-hatian dan profesionalisme.
Sebagai bentuk kesiapan keselamatan, KSOP Tarakan telah melakukan ramp check terhadap seluruh armada yang akan beroperasi selama periode Nataru. Pemeriksaan meliputi 3 kapal Pelni, 2 kapal penyeberangan, serta 23 speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.
“Hasil ramp check menunjukkan seluruh kapal dinyatakan laik laut dan memenuhi standar keselamatan pelayaran,” jelasnya.
Tidak hanya itu, KSOP Tarakan juga membagikan life jacket kepada speed tradisional sebagai pengganti alat keselamatan yang sudah tidak layak. Bantuan tersebut berasal dari kolaborasi dengan berbagai stakeholder pelabuhan, termasuk Pelindo.
Untuk mengantisipasi keadaan darurat, KSOP Tarakan turut menyiapkan delapan kapal negara yang siap digunakan sewaktu-waktu, baik untuk penanganan kecelakaan laut maupun pengamanan arus penumpang selama libur akhir tahun.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas. Karena itu kami memastikan kapal dan perlengkapan keselamatan benar-benar siap sebelum beroperasi,” tegas Stanislaus. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT