TARAKAN - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) fasilitas pelabuhan mulai menunjukkan peningkatan aktivitas. Sehingga beberapa hari lagi, fasilitas posko Nataru bakal diaktifkan pada fasilitas keberangkatan.
Kendati demikian, hingga saat ini beberapa fasilitas layanan keberangkatan masih banyak yang belum memenuhi standar layanan secara optimal. Sehingga melihat kondisi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mengimbau agar fasilitas keberangkatan dapat melakukan peningkatan fasilitas pada layanan.
Kepala ORI Kaltara, Maria Ulfah menerangkan, di momen Nataru ini pihaknya belum memastikan akan kembali melakukan pemantauan atau tidak. Mengingat saat ini, pihaknya juga masih menunggu surat intruksi dari ORI pusat. Kendati demikian, meski belum melakukan pemantauan secara langsung pihaknya tetap melakukan monitor secara tidak langsung.
"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kami menerima mandatori dari pusat dalam bentuk nota dinas meminta setiap perwakilan ORI di daerah melaksanakan pemantauan menjelang momen Nataru, tapi sampai hari ini belum ada nota dinas tersebut. Walau begitu bukan berarti kami tidak menjalankan tusi terhadap pengawasan, kami tetap memantau," ujarnya, Rabu (17/12).
"Kami berharap agar seluruh penyelenggara layanan khususnya pada sektor-sektor tempat yang banyaknya masyarakat menggunakan fasilitas layanan terkait dengan mudik. Kami sangat berharap agar fasilitas layanan publik bisa memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Misalnya fasilitas kepada kelompok disabilitas, papan pengumuman jadwal dan kedatangan keberangkatan, kursi tunggu memadai, CCTV dan lainnya," sambungnya.
Ia menerangkan, beberapa bulan lalu pihaknya sempat melakukan pemantauan triwulan ke sejumlah fasilitas keberangkatan. Dalam pantauan terakhir, pihaknya menemukan adanya kemajuan pada berbagai fasilitas keberangkatan. Meski belum menyeluruh, namun ia mengapresiasi upaya pengelolaan melakukan pemenuhan kekurangan dalam meningkatkan layanan.
"Memang masih banyak fasilitas keberangkatan di Tarakan yang belum banyak melengkapi unsur-unsur ini khususnya pada pelabuhan. Tapi kami senantiasa tidak henti-hentinya mengingatkan kepada pelabuhan agar terus memaksimalkan fasilitasnya. Karena ini sudah menjadi tugas kami sebagai lembaga pengawasan layanan publik. Tentu hasil pemantauan kami akan kami laporkan setiap kunjungan dan diterima ORI untuk disampaikan ke kementerian masing-masing lembaga," terangnya.
"Di tahun ini, Pelabuhan Malundung memiliki banyak kemajuan dari tahun sebelumnya terkait pemenuhan fasilitas layanan. Di mana tahun sebelumnya saat kami melakukan pemantauan, ada mesin X-Ray yang tidak berfungsi pada saat itu. Tapi saat ini pengelola pelabuhan sudah melakukan peningkatan sehingga saat ini difungsikan dengan baik. Kemudian dua tahun lalu, kami melihat cukup banyak calo yang menjual tiket, tapi saat ini sudah ditanggani. Tapi kami belum bisa pastikan apakah benar-benar hilang atau masih ada yang sembunyi-sembunyi," lanjutnya.
Dikatakannya, adapun pada fasilitas Pelabuhan Malundung, dari pantauan beberapa bulan lalu diakui memiliki banyak kemajuan. Diantaranya berfungsinya mesin X-Ray dengan baik dan tertangganinya calo. Meski demikian ia mengakui masih banyak yang harus dibenahi.
"Tapi setidaknya saat ini masyarakat bisa membeli tiket yang resmi dengan kuota yang cukup daripada dia tahun lalu yang sering dilaporkan habis jauh hari sebelum jadwal keberangkatan. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terjaga," terangnya.(zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT