TARAKAN - Pemerintah kota (Pemkot) Tarakan merayakan HUT ke-28 Kota Tarakan dalam suasana yang khidmat dan penuh kesederhanaan yang berlangsung di Kantor DPRD Tarakan pada Senin (15/13) pagi. Meski Kota Tarakan terus mengalami pertambahan usia, namun hingga saat ini masih banyak pekerjaan rumah (PR) pemerintah yang belum dituntaskan.
Saat dikonfirmasi, Wali Kota Tarakan dr Khairul menerangkan, sejauh ini Kota Tarakan terus mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak pertama kali ditetapkan sebagai Kota Madya. Namun begitu ia mengakui masih banyak persoalan sosial yang harus dibenahi, diantaranya soal fasilitas jalan dan persoalan banjir yang dinilai menjadi persoalan klasik sejak dulu.
"Yang jelas di tahun 2026 kita terus berbenah, walaupun memang 2026 ini tantangan pemerintah daerah cukup besar di tengah adanya kebijakan pemotongan TKD. Sementara masih banyak PR yang harus kami kerjakan, seperti pemeliharaan jalan, untungnya sebagian jalan kita berstatus nasional. Sehingga kami cukup melobi pemerintah pusat melakukan perbaikan pada jalan nasional yang rusak seperti jalan Yos Sudarso, Jalan Aki Balak dan Jalan P Iskandar,' ujarnya, Senin (15/12).
"Kalau dari Kementerian PU mereka berkomitmen bisa merealisasikan itu. Untuk persoalan banjir juga kedepannya pelebaran sungai kembali dikerjakan. Sehingga pelebaran sungai nanti diharapkan bisa menampung air lebih banyak. Makanya kami minta masyarakat juga tidak membuang sampah sembarangan. Karena walaupun sungainya lebar, kalau tersumbat sampah akan banjir juga," sambungnya.
Selain itu, ia membeberkan jika tahun depan pihaknya kembali memulai pengerjaan lanjutan pelebaran titik sungai di Juata Laut, lalu di Kampung Enam dan ada juga di daerah Karang Harapan wilayah persemaian yang masuk program penanganan. Diungkapkannya, dalam menangani banjir dipastikan sungai-sungai dapat bekerja dengan baik mengalirkan air dengan maksimal. Sehingga kata dia, sungai dan drainase di Tarakan harus dioptimalkan.
"Pelan-pelan menyelesaikan karena kondisi keuangan sambil juga masyarakat kerja sama dengan kita, tiap bulan ada Safari Gotong Royong jangan sampai drainase yang sempit ini dipersempit lagi dengan membuang sampah dan masuk parit," jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT