TARAKAN - Semakin tuanya kondisi armada Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan dinilai masyarakat sudah tidak layak untuk dioperasikan. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya insiden pada armada PMK Tarakan beberapa waktu lalu hang mengeluarkan asap saat menanjak di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pamusian beberapa waktu lalu. Sehingga hal ini mengingat kembali upaya DPRD Tarakan yang mengusulkan adanya peremajaan armada PMK yang dinilai sudah cukup usang.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi I DPRD Tarakan Adyansa menerangkan, saat ini sebagian armada PMK Tarakan masih mengoperasikan masih menggunakan arnada hibah dari negara Jepang. Lanjutnya, kendaraan tersebut dinilai sudah sangat usang untuk digunakan saat ini. Namun sayangnya permintaan untuk pengadaan armada baru ini sebenarnya sudah pernah diminta untuk diajukan dan dibahas pada APBD tahun 2025. Namun, usulan tersebut gagal terakomodir.
"Ini perlu, hanya memang melihat APBD kita sangat kecil. Jadi ini perlu menjadi skala prioritas, Insyaallah tetap saya gaungkan. Kami tetap komitmen tetap melakukan pengajuan anggaran unit baru tahun depan," ujarnya, Jumat (12/12)
"Kekhawatiran kami adalah pada resiko keselamatan dan efektivitas pelayanan publik jika armada tua terus dipaksakan beroperasi. Kami menekankan pentingnya kendaraan operasional yang prima, terutama bagi unit tanggap darurat. Jangan sampai saat bertugas menangani bencana kebakaran, mobil tiba-tiba mogok atau trouble bermasalah di tengah jalan. Ini bisa berakibat fatal dalam upaya penyelamatan," jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT