TARAKAN — Sebagai upaya mengupdate kondisi perekonomian masyarakat, Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan kembali akan melakukan sensus ekonomi di tahun 2026. Diketahui sensus ekonomi merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan 10 tahun sekali. Sehingga dalam prosesnya dibutuhkan persiapan matang agar pelaksanaan sensus berjalan optimal.
Saat dikonfirmasi, Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan Ibnu Saud peIs menilai data sensus ekonomi cukup penting sebagai dasar acuan pemerintah daerah menerapkan kebijakan strategis ekonomi. Menurutnya, data tersebut akan menjadi komponen bagi Pemkot Tarakan dalam menentukan berbagai kebijakan.
"Kami akan mengawal pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan BPS. Apa yang BPS perlukan pemerintah daerah siap membantu. Karena kalau keperluannya pemerintah kota kan jelas, kami memerlukan data. Karena pengambilan keputusan wali kota itu akan jauh lebih memiliki presisi tinggi kalau misalnya data sensusnya akurat, apalagi masih fresh," tegasnya.
Tidak hanya data Sensus ekonomi, dikatakannya data di bidang lainnya yang disajikan BPS, juga dinilai Ibnu Saud sangat penting. Seperti dalam pembahasan inflasi pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setiap minggu. Dibeberkannya, dari pembahasan itu muncul upaya yang dilakukan Pemkot Tarakan dalam penanggulangan inflasi.
"Misalnya melaksanakan gerakan pangan murah. Semua itu berdasarkan data BPS. Makanya jangan heran misalnya tiba-tiba kita ada gerakan tangan murah itu dasarnya setelah rapat TPID. Misalnya harga beras naik atau ada lagi harga komoditas tertentu terkoreksi tajam kalau terlalu tinggi harganya mau tidak mau kita mengadakan operasi pasar atau gerakan tangan murah dasarnya adalah laporan dari BPS," tuturnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT