TARAKAN – Misteri identitas pria yang ditemukan tewas tergantung di sebuah pondok kebun di Gang Latimojong 2, RT 15, Kelurahan Kampung Enam, akhirnya terungkap. Polres Tarakan memastikan korban berinisial IW, berdasarkan data pada KTP.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah menjelaskan, identitas korban terkonfirmasi setelah polisi berkoordinasi dengan perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas di sekitar lokasi ditemukannya jenazah.
“Pas tim melakukan pencarian ke daerah sekitar, kami koordinasikan ke Polsek Timur dan diteruskan ke para Bhabinkamtibmas. Malamnya keluarga datang ke Polsek,” ujar AKP Ridho.
Keluarga diketahui datang pada Minggu malam atau malam Senin, setelah mendapatkan informasi dari warga dan pihak kepolisian. IW yang tercatat sebagai warga Sebengkok Waru itu sempat sulit dikenali lantaran kondisi jenazah yang sudah membusuk.
Sebelumnya, korban ditemukan pada Minggu (7/12) sekitar pukul 09.25 WITA dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon berwarna biru di sebuah pondok kebun. Kedatangan keluarga ke Polsek Timur turut membawa penjelasan penting. Dari keterangan adik korban, diketahui bahwa IW sudah lama hidup sendiri dan jarang berkomunikasi.
“Terakhir kali adiknya berkomunikasi dengan korban itu Agustus 2024. Infonya, korban hidup sendiri karena ada masalah dengan keluarganya,” jelas AKP Ridho.
Setelah identitas korban diperoleh, jenazah langsung diurus dan dimakamkan. Namun proses pemakaman sempat disiapkan oleh Polres Tarakan bekerja sama dengan Baznas, Dinas Sosial, dan RSUD, mengantisipasi kemungkinan apabila tidak ada pihak keluarga yang datang mengakui jenazah tersebut.
“Kami sudah antisipasi kalau identitasnya tidak ditemukan dan tidak ada yang mengakui. Makanya kami koordinasi dengan Baznas dan Dinsos untuk proses pemakaman oleh negara. Tapi akhirnya keluarga datang di malam itu,” kata Ridho.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan pria tanpa identitas di pondok kebun Gang Latimojong 2. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk dan tidak memiliki identitas sama sekali, sehingga polisi harus melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap siapa korban.
Kini dengan terungkapnya data korban, penyelidikan penyebab kematian telah mengerucut pada dugaan kuat tindakan bunuh diri. Hingga kini Polres Tarakan menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban berdasarkan hasil visum. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT