Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Terus Diguyur Hujan, Jalan di Krayan Selatan Kian Memprihatinkan

Asrullah RT • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:59 WIB

PEMERIKSAAN: Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) saat melakukan monitoring dan evaluasi, Selasa (9/12).
PEMERIKSAAN: Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) saat melakukan monitoring dan evaluasi, Selasa (9/12).
NUNUKAN - Persoalan kondisi jalan terus dirasakan masyarakat Krayan setia curah hujan tinggi terjadi. Kondisi ini terus berulang dan terus dirasakan masyarakat Krayan Selatan.

Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli menyampaikan saat ini wilayah Kecamatan Krayan Selatan terus diguyur hujan. Kondisi ini berdampak pada ruas jalan yang menjadi jalur utama masyarakat.

"Cuaca di Krayan saat ini dari kemarin hingga pagi ini hujan. Yang pasti kondisi jalan mulai parah lagi dari 4 hari lalu," ucap Oktavianus Ramli kepada Radar Tarakan, Selasa (9/12).

Ia menceritakan, setiap akhir tahun curah hujan tinggi terjadi di wilayahnya. Untuk itu, solusi agar kondisi jalan yang menghubungkan lima kecamatan di dataran tinggi Krayan agar tetap dapat dilalui masyarakat yakni peningkatan jalan.

"Di tingkat kita untuk Krayan Selatan dan masalah peningkatan jalan darat. Ini sekarang musim hujan, sudah beberapa titik mulai rusak," jelasnya.

Rusaknya sejumlah titik jalan di Krayan Selatan, berimbas pada mobilitas masyarakat yang berkurang. Sementara, masyarakat harus berbelanja untuk persediaan perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Apalagi masanya masyarakat berbelanja keperluan Natal dan Tahun Baru. Dampaknya tidak hanya di Krayan Selatan saja, juga berdampak ke Krayan Tengah, karena ini juga akses ke Krayan Tengah," kisahnya.

Kemudian, dampak lainnya yakni pengiriman mesin milkm PLN yang ikut terhambat. Sebab, mesin PLN yang ada saat ini tidak mampu memenuhi beban kebutuhan masyarakat.

"Kendala lain sementara mesin PLN yang baru untuk lokasi Long Layu, tidak bisa dibawa kesana karena cuaca Jalan licin yang riskan sebab berat mesin sekitar 1 ton. Mesin yang lama sudah tidak mampu melayani beban. Mesin yang baru dapat bergeser kesana menunggu musim kering," pungkasnya. (akz/lim)

Editor : Azward Halim