Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Korban Gantung Diri di Kampung Enam Tarakan Timur Diduga Meninggal 7–8 Hari Sebelum Ditemukan, Hasil Visum Tidak Ada Tanda Kekerasan

Eliazar Simon • Senin, 8 Desember 2025 | 18:35 WIB
SATRESKRIM POLRES TARAKAN DIEVAKUASI: Korban yang dievakuasi pihak kepolisian untuk dibawa ke rumah sakit guna lakukan evakuasi
SATRESKRIM POLRES TARAKAN DIEVAKUASI: Korban yang dievakuasi pihak kepolisian untuk dibawa ke rumah sakit guna lakukan evakuasi

TARAKAN – Satreskrim Polres Tarakan masih melakukan penyelidikan terhadap adanya seorang pria yang ditemukan gantung diri di Gang Latimojong 2, RT 15, Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur.

Korban yang tanpa identitas ditemukan membusuk di sebuah pondok kebun, Minggu (7/12) sekitar pukul 09.25 WITA. Pria tersebut ditemukan tergantung dengan tali nilon berwarna biru.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan saat ini diduga kuat kematian korban adalah gantung diri. Saat itu pihaknya mendapatkan laporan masyarakat masuk pada Minggu pagi.

Tim gabungan Satreskrim, Unit Identifikasi, Inafis, serta Polsek Tarakan Timur langsung menuju lokasi.

“Setiba di TKP, tim menemukan seorang pria memakai kaos hitam dan celana pendek biru dalam keadaan tergantung di gelagar atap pondok. Kondisi tubuh sudah membusuk, berbau, serta terdapat belatung pada bagian wajah dan leher,” ujar Ridho, Senin (8/12).

Korban ditemukan di sebuah pondok kebun berukuran 3 x 4 meter tanpa dinding, dengan struktur kayu dan lantai setinggi 1 meter. Lokasi tersebut cukup terpencil dan jauh dari permukiman warga sehingga tidak ada saksi yang mengetahui waktu pasti kejadian.

Di dalam pondok, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Diantaranya yaitu satu gulungan tali nilon biru, satu jaket warna krem, satu bilah parang bergagang karet, satu botol air mineral merk Regeneral, satu telepon genggam Realme warna hijau dan uang tunai Rp94 ribu.

“Pada leher korban terdapat tali nilon dengan simpul hidup, yang dapat dikencangkan dan dikendurkan. Ini menguatkan dugaan korban menggantung diri sendiri,” tambah Ridho.

Mayat korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tarakan untuk pemeriksaan luar oleh dokter forensik. Dari hasil visum, diperkirakan korban sudah meninggal 7–8 hari sebelum ditemukan.

“Ditemukan luka lecet berbentuk V selebar sekitar 30 cm pada leher korban, khas jeratan tali. Teksturnya sudah seperti perkamen, menunjukkan luka akibat tali nilon,” jelas Ridho.

Selain itu, lebam pada ujung jari tangan dan kaki menjadi salah satu indikator kuat kematian akibat gantung diri. Polisi tidak menemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Upaya identifikasi menggunakan alat MAMBIS (Mobile Automatic Multi Biometric Identification System) milik INAFIS telah dilakukan di lokasi. Alat ini biasanya dapat mengidentifikasi sidik jari dan iris mata yang terhubung ke database e-KTP, namun hasilnya nihil.

“Identitas korban belum ditemukan. Pemeriksaan MAMBIS tidak menemukan kecocokan sidik jari di database. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ungkap Ridho.

Polres Tarakan mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa untuk melapor ke Polres Tarakan atau Polsek terdekat.

“Kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan kerabat segera menghubungi pihak kepolisian. Ini penting agar proses identifikasi bisa dipercepat,” pungkas Kasat Reskrim. (zar)

Editor : Azwar Halim
#kampung enam #tarakan #kaltara #meninggal bunuh diri #hasil visum #gantung diri #tidak ada tanda kekerasan