TARAKAN – Masalah yang dihadapi pelabuhan Tarakan saat ini adalah tumpang tindih ruang dan jalur antara aktivitas naik turun penumpang dengan kegiatan peti kemas yang masih berbagi satu jalur.
Sehingga seringkali menyebabkan kedua kegiatan saling mengganggu bahkan satu harus dihentikan untuk menyediakan ruang bagi yang lain, yang akhirnya berdampak pada kelancaran operasional dan kualitas pelayanan
Manajer Penunjang Operasi pada PT Pelindo, Aga mengatakan, rencana perbaikan untuk tahun depan dengan dukungan anggaran, dengan tujuan agar kegiatan penumpang dan petikemas tidak saling mengurangi atau mengganggu satu sama lain.
"Mudah mudahan nanti bisa dilakukan pemisahan antara keduanya di pelabuhan ini. Tujuannya kita cuma ingin memperbaiki pelayanan saja," katanya.
Rencana pemisahan jalur antara penumpang dan peti kemas, serta perbaikan fasilitas berjalan kaki, butuh proses dan tidak akan terlaksana semuanya sekaligus.
"Ini tidak langsung selesai, dulu pasti orang keluar masuk masih bebas. Sekarang sudah dibatasi karena area terbatas kita selalu berusaha agar semuanya lebih teratur," pungkasnya.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim