0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembangunan, Peningkatan dan Rehabilitasi Daerah Irigasi di Kaltara Seluas 8.500 Hektare Ditarget Rampung Akhir Desember

Eliazar Simon • Rabu, 3 Desember 2025 | 17:11 WIB
PENGERJAAN: Penggerjaan salah satu daerah irigasi di Antutan Seberang, Kabupaten Bulungan. FOTO: ISTIMEWA
PENGERJAAN: Penggerjaan salah satu daerah irigasi di Antutan Seberang, Kabupaten Bulungan. FOTO: ISTIMEWA

TARAKAN — Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor terus mengebut penyelesaian rehabilitasi daerah irigasi (DI) di Kalimantan Utara.

Program strategis nasional ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan daerah irigasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Kepala BWS Kalimantan V, Mustafa S.ST., M.T., memastikan, seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai target. Bahkan, pihaknya optimistis seluruh proyek yang tersebar di Kaltara dan sebagian Kalimantan Timur (Kaltim) rampung 31 Desember 2025.

“Kami optimis. Semua paket bekerja bersamaan, tidak ada kendala dari lapangan mau dari masyarakat bahkan masyarakat mendukung sepenuhnya. Kontraktor juga siap, karena pelaksananya BUMN dengan dukungan alat yang lengkap,” ujarnya.

Rehabilitasi DI tahap pertama dilaksanakan pada 24 Juni–11 Oktober 2025, mencakup 1.886,86 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bulungan, Malinau, dan Nunukan. “Semua sudah selesai 100 persen dan sudah dimanfaatkan masyarakat,” kata Mustafa.

Tahap kedua yang berjalan sejak 2 September hingga 31 Desember 2025, dibagi menjadi dua paket dengan total luasan 3.873 hektare.

Dengan rincian DI Antutan dan DI Semenggaris yang progresnya sudah mencapai 60 persen dan paket 2 di Bulungan dan Nunukan yang progresnya mencapai 50 persen.

Mustafa menyebutkan, pada pertengahan Desember paket-paket tersebut akan menembus 70–80 persen sesuai action plan.

“Sejauh ini tidak ada hambatan. Tinggal bekerja saja. Kita kejar 80 persen di pertengahan Desember sebelum final 31 Desember,” jelasnya.

Tahap ketiga baru dimulai 11 November 2025 dengan waktu kerja 51 hari kalender, mencakup 2.069 hektare di Kabupaten Tana Tidung, Bulungan, dan sebagian wilayah Kalimantan Timur yaitu di Kabupaten Berau. Anggaran tahap ini mencapai Rp 26 miliar.

“Kontraknya baru berjalan sejak November, jadi progres sekitar 5 persen. Tapi semua sudah mulai kerja dan tidak ada kendala masyarakat. Kami yakin pertengahan Desember sudah tembus 50–60 persen,” tegasnya.

Jika semua tahap rampung akhir 2025, total daerah irigasi yang direhabilitasi mencapai 8.500 hektare.

Mustafa berharap peningkatan infrastruktur irigasi mampu mendongkrak produksi beras Kaltara sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan luar daerah.

“Harapan kita jelas produksi padi meningkat, Kaltara tidak perlu impor beras. Di Bulungan, yang luas arealnya besar, banjirnya kita blok, tersiernya kita lengkapi, pintu-pintu air kita perbaiki,” terangnya.

Beberapa wilayah telah merasakan dampak signifikan dari rehabilitasi irigasi. Mustafa menjelaskan desain saluran yang dibuat lebih lebar sehingga aliran air lebih terkontrol dan mampu mengurangi risiko keracunan lahan akibat pH air rendah.

“Air yang tidak dibutuhkan bisa cepat keluar. Kalau pH di bawah lima, racunnya bisa langsung terbawa keluar lewat saluran yang sudah lebar. Masyarakat sudah merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Program rehabilitasi yang belum masuk tahun 2025 telah disiapkan menjadi stok program 2026. Pengusulan telah berlangsung hingga 14 Desember.

“Ada usulan dari Bulungan, Nunukan, termasuk di Krayan yang luasnya 1.100 hektare. Kalau disetujui, dampaknya sangat besar bagi saudara-saudara kita di Krayan,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #pembangunan #kaltara #rehabilitasi