TARAKAN – PT Pelindo (Persero) Tarakan memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat mengenai tarif di pelabuhan, khususnya terkait tarif parkir yang dianggap mahal.
Manajer Penunjang Operasi pada PT Pelindo, Aga menegaskan, bahwa tarif tinggi di pelabuhan bukan semata-mata tarif parkir, melainkan tarif jasa kepelabuhanan yang terkait dengan berbagai aktivitas, termasuk stuffing dan bongkar muat.
"Pelabuhan itu berbeda dengan bandara. Di sini, semua kegiatan terkait stuffing dan bongkar muat ada. Itulah mengapa tarif kami tinggi, bukan sekadar tarif parkir," ujarnya, Rabu (3/12).
Baca Juga: Skandal Kredit Fiktif Rp 208 Miliar di Kaltara, Enam Pejabat Bank dan Pengusaha Dibekuk
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa tarif tinggi bertujuan untuk membatasi kendaraan yang masuk ke area pelabuhan karena keterbatasan lahan dan ruang gerak alat berat. Jika tarif disamakan dengan bandara, dikhawatirkan akan mengganggu operasional pelabuhan.
"Bandara tidak ada alat berat seperti di pelabuhan. Kami punya banyak aspek yang harus diperhatikan, seperti keamanan, ketertiban, dan kecepatan. Ini semua menjadi prioritas kami," tambahnya.
Aspek keselamatan juga menjadi pertimbangan utama. Jika tarif terlalu murah, dikhawatirkan banyak orang parkir sembarangan dan berlama-lama di area pelabuhan, yang dapat mengganggu keselamatan dan ketertiban.
Baca Juga: Jelang Nataru, Masyarakat Tarakan Serbu Gerakan Pasar Murah
"Jika tarif murah seperti pelabuhan lain atau bandara, orang bisa parkir sembarangan 2-3 jam. Area kami terbatas. Kami membatasi orang yang tidak berkepentingan untuk beraktivitas di pelabuhan," tegasnya.
Pelindo juga berharap pengantar penumpang tidak berlama-lama di area pelabuhan. Dengan standar waktu kapal penumpang sekitar 4-5 jam, ditambah waktu sebelum dan sesudah keberangkatan, dikhawatirkan area pelabuhan akan semakin padat.
"Kami menghindari orang menginap di pelabuhan. Jika kapal datang 4 jam, ditambah 2 jam sebelum dan 2 jam sesudah, berarti 8 jam orang berada di situ. Bagaimana kondisi pelabuhan? Kami menghindari itu dan mengutamakan keselamatan," jelasnya.
Baca Juga: APBD Tarakan Alami Penurunan, Ini Penjelasan Wali Kota Tarakan
Terkait tarif, manajemen menegaskan tidak ada yang ditutup-tutupi. Informasi tarif sudah jelas saat masuk pelabuhan melalui papan informasi.
"Tidak ada scam. Tarif sudah diinformasikan sejak awal,ini adalah kewajiban kami, kecuali kami tidak menetapkan tarif tiba-tiba di ketok Rp 10 ribu, " pungkasnya.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim