TARAKAN - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara menyebutkan produksi hasil tangkapan nelayan di Kaltara didominasi untuk ekspor, mencapai 70 persen, sementara hanya 30 persen yang dikonsumsi lokal. Hal tersebut disebabkan nilai ekonomis ikan ekspor yang lebih tinggi.
Kepala KNTI Kaltara, Rustan menatakan, jenis ikan yang diekspor antara lain bawal, kakap merah, kakap putih, dan ikan kurau. Sementara itu, ikan yang biasa dijual di pasar lokal adalah ikan arut dan senangin, yang umumnya dikonsumsi di restoran dan warung lokal.
"Ikan ekspor jarang dikonsumsi masyarakat lokal karena harganya mahal di pasar lokal," ujarnya, Jumat (28/11).
Lebih lanjut KNTI mengungkapkan bahwa jumlah hasil tangkapan nelayan semakin berkurang dari waktu ke waktu. Harga jual ikan yang tinggi menjadi faktor utama yang membuat nelayan tetap bertahan.
"Kalau kita bicara potensi jumlah hasil tangkapan, itu sudah tidak seperti yang kita bayangkan. Makin hari makin berkurang. Yang membuat kita bertahan itu hanya harga," jelasnya.
KNTI menyoroti keterbatasan armada yang dimiliki nelayan lokal. Nelayan hanya mampu menjangkau perairan 1-7 mil dari pantai, sementara potensi perikanan di 10-12 mil belum termanfaatkan secara maksimal.
"Di 12 mil itu kan belum tersentuh. Rata-rata nelayan kita hanya bisa menjangkau perairan 1-7 mil, paling jauh 10 mil," ungkapnya.
Bantuan pemerintah berupa ketinting (perahu kecil) dinilai tidak efektif karena tidak meningkatkan kapasitas nelayan untuk menjangkau wilayah yang lebih jauh.
"Bantuan ketinting itu sampai kapan? Kita mau mengelola sampai di mana?," tanyanya.
KNTI berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang lebih memperhatikan kehidupan nelayan, terutama dalam meningkatkan kapasitas produksi hasil tangkapan.
"Harapan kita, pemerintah bisa memberikan bantuan armada penangkapan yang sesuai dengan karakteristik wilayah kita, agar nelayan bisa melaut lebih lama seperti di daerah lain," pungkasnya.
Dengan armada yang memadai, nelayan diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan mereka.(*nkh/).