Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Layanan Bus Dihentikan Sementara, UPTD Tengkayu I Tarakan Sebut Armada Perawatan

Eliazar Simon • Senin, 24 November 2025 | 20:19 WIB
ELIAZAR/RADAR TARAKAN DIHENTIKAN: Layanan bus pengumpan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan resmi dihentikan sementara untuk dilakukan tahap pemeliharaan
ELIAZAR/RADAR TARAKAN DIHENTIKAN: Layanan bus pengumpan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan resmi dihentikan sementara untuk dilakukan tahap pemeliharaan

TARAKAN – Layanan bus pengumpan (shuttle) di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan resmi dihentikan sementara sejak Senin (24/11). Penghentian ini dilakukan karena seluruh armada bus milik UPTD Pelabuhan Tengkayu I harus masuk tahap pemeliharaan akibat kondisi kendaraan yang mulai menurun.

Kepala UPTD Tengkayu I Tarakan Muhammad Roswan menjelaskan, keputusan ini diambil untuk menjamin keamanan dan kesiapan operasional menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta hari raya Idulfitri 2026.

“Bus ini kami off-kan dulu sambil dilakukan maintenance. Menjelang Nataru ada ramp check dari Polres, jadi kami maksimalkan perawatannya. Kemarin saja sempat beberapa bus mogok dan terpaksa didorong sampai ke pelabuhan. Takutnya yang tersisa ini juga ikut rusak,” jelasnya.

Saat ini UPTD Tengkayu I memiliki lima armada bus. Dari jumlah itu, tiga bus masuk perawatan rutin, sementara dua unit lainnya membutuhkan perbaikan lebih berat dan kemungkinan besar baru bisa ditangani pada tahun 2026 akibat keterbatasan anggaran.

“Yang tiga itu maintenance, tapi dua ini kondisinya berat. Kalau dipaksa, bisa overhaul, dan itu biayanya besar. Tahun ini banyak efisiensi sehingga kami menunda perbaikan berat itu ke tahun depan,” kata Roswan.

Ia mengakui, efisiensi anggaran terjadi di hampir semua daerah, bukan hanya di Tarakan, sehingga berdampak pada layanan transportasi di pelabuhan.

Dengan dihentikannya layanan bus, penumpang yang tiba atau berangkat melalui Pelabuhan Tengkayu I harus berjalan kaki menuju area luar pelabuhan. Kondisi ini dinilai cukup menyulitkan, terutama bagi penumpang dengan barang bawaan.

“Memang konsepnya nanti orang langsung jalan kaki ke ujung terminal. Tapi kami tahu ini berat buat masyarakat,” ujarnya.

Roswan mengatakan, keputusan penghentian sementara layanan bus merupakan keputusan bersama setelah mempertimbangkan kondisi armada dan kebutuhan perawatan jangka panjang.

Ia juga berharap pembangunan terminal baru yang direncanakan Pemerintah Provinsi Kaltara dapat mulai berjalan tahun depan. Dengan terminal baru, pola sirkulasi penumpang akan lebih baik sehingga layanan transportasi di pelabuhan bisa tertata kembali.

“Harapan kami tahun depan pembangunan terminal sudah mulai. Itu akan sangat membantu mengurai pola perjalanan penumpang,” tambahnya.

Roswan mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pengecekan menyeluruh terhadap tiga bus yang sedang perawatan. Jika tidak ada kendala teknis maupun kelangkaan suku cadang, layanan bus ditargetkan bisa kembali beroperasi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami cek dulu kondisinya. Kalau semua clear, beberapa hari ini bisa jalan lagi. Tapi tetap tergantung hasil maintenance dan ketersediaan alat-alat yang sedang dipesan,” pungkasnya. (zar/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #perawatan #tengkayu #bus