TARAKAN - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah dan Perdagangan(DKUKMP) Kota Tarakan bersama tim UPTD Metrologi Bulungan menemukan banyak timbangan yang tidak akurat di pasar-pasar tradisional.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan DKUMP Tarakan, Erni Mardiastuti mengungkapkan, ketidakakuratan timbangan bisa merugikan konsumen maupun pedagang.
"Tujuan tera itu untuk memastikan akurasi timbangan. Kalau timbangan sudah lama, biasanya bergeser. Bisa jadi seharusnya satu kilo, jadi kurang dari satu kilo. Kalau begitu, konsumen yang rugi. Tapi kalau lebih, pedagang yang rugi," ujarnya, Senin (24/11).
"Kalau pedagang yang paham, mungkin mereka akan sampai ke kantor untuk bawa timbangannya. Tapi masih banyak juga pedagang yang harus kita jemput bola, bahkan, meski petugas tera sudah standby di pasar, masih ada pedagang yang menolak dengan alasan timbangan mereka masih bagus," katanya.
Selanjutnya, hingga kini pihaknya masih belum ada memberikan sanksi tegas bagi pedagang yang tidak mau melakukan tera. Selama ini, petugas tera hanya memberikan teguran jika ada laporan dari konsumen.
"Kalau kita mencotohkan daerah lain, seharusnya ada penyitaan alat bukti atau penghancuran di tempat. Tapi di sini masih diberi toleransi karena kita tahu daya beli masyarakat juga sedang kurang dan intinya kalau timbangan sudah tidak ada sebelnya berarti tidak bisa di pakai lagi," ungkapnya.
Baca Juga: Belum Ada perubahan Pada Layanan Tengkayu I, DPRD Ultimatum Potensi Rekomendasi Pencopotan Pimpinan
Ia juga menuturkan bahwa proses tera di Tarakan masih bekerja sama dengan PTB Metrologi Bulungan karena belum ada penera tetap di kota tersebut.
"Jadi, mungkin kalau ada Yang mau tera kami akan mendata dulu. jika sudah terkumpul beberapa orang beberapa timbangan nanti kami ajukan pedulungan baru penderanya Yang datang," pungkasnya.
DKUKMP berharap para pedagang semakin sadar akan pentingnya menera timbangan mereka dan pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran pedagang akan pentingnya tera demi melindungi konsumen dan menciptakan persaingan usaha yang sehat. (*/nkh/lim)
Editor : Azwar Halim