Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lapas Tarakan Perketat Pengawasan, 15 WBP Jalani Tes Urine

Eliazar Simon • Minggu, 16 November 2025 | 17:10 WIB

 

LAPAS KELAS II-A TARAKAN TES URINE: Sebanyak 15 WBP melaksanakan tes urine sebagai langkah deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban
LAPAS KELAS II-A TARAKAN TES URINE: Sebanyak 15 WBP melaksanakan tes urine sebagai langkah deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban

TARAKAN - Upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba kembali ditegaskan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan.

Pada Jumat (14/11) lalu, Lapas menggelar pemeriksaan urine terhadap 15 warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari langkah deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Kegiatan berlangsung di Klinik Pratama Lapas Tarakan di bawah pengawasan ketat pejabat struktural, mulai dari Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Minkamtib), Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), hingga jajaran regu pengamanan. Seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan dengan standar keamanan, transparansi, dan pengawasan berlapis.

Pemeriksaan urine ini merupakan tindak lanjut dari 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin pemberantasan peredaran narkoba serta penipuan di lapas dan rutan. Program ini menekankan pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan pemutusan mata rantai narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Kelas II-A Tarakan, Jupri, mengatakan pemeriksaan urine secara berkala menjadi salah satu bentuk keseriusan Lapas dalam memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika, baik oleh warga binaan maupun petugas.

“Tes urine adalah langkah deteksi dini yang wajib dilakukan secara terjadwal dan termonitor. Ini bukan hanya formalitas, tapi bagian penting dalam menjaga Lapas tetap Bersinar,” tegas Jupri.

Dari 15 WBP yang mengikuti pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif dari zat narkotika. Menurut Jupri, hasil ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan Lapas Tarakan berjalan efektif.

“Ini indikator positif. Artinya pengawasan, pembinaan, serta pola kontrol yang kami jalankan dapat mencegah peredaran gelap narkoba di dalam Lapas,” ujarnya.

Proses pemeriksaan dilakukan dengan prosedur keamanan berstandar pemasyarakatan. WBP diarahkan ke klinik pratama secara bergiliran, masing-masing didampingi petugas pengamanan. Sampel diperiksa langsung oleh tenaga kesehatan Lapas untuk memastikan keakuratan hasil.

Kasi Minkamtib dan KPLP juga turut mengawasi jalannya kegiatan mulai dari pemanggilan peserta, pengambilan sampel, hingga validasi hasil. Pendekatan ini menjadi bagian dari sistem kontrol berlapis yang diterapkan Lapas Tarakan dalam menjaga integritas lingkungan binaan.

Selain pemeriksaan urine, petugas juga melakukan pengecekan seluruh area blok hunian untuk memastikan tidak ada indikasi penyalahgunaan benda terlarang.

Kegiatan tes urine ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas Tarakan terhadap program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang selama ini menjadi fokus kerja institusi pemasyarakatan.

Menurut Jupri, Lapas Tarakan tidak hanya menekankan aspek pengawasan, tetapi juga pembinaan karakter dan mental agar WBP mampu memutus ketergantungan serta menjauhi berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba.

“Kami berkomitmen menghadirkan lingkungan pembinaan yang sehat, produktif, dan aman. Ini sejalan dengan visi pemasyarakatan modern yang humanis dan berintegritas,” tambahnya.

Ke depannya, Lapas Tarakan akan semakin memperketat pengawasan di area rawan, meningkatkan patroli rutin dalam blok hunian, serta memperbanyak kegiatan deteksi dini melalui tes urine berkala.

Dengan hasil pemeriksaan yang seluruhnya negatif, Lapas Tarakan kembali menegaskan bahwa upaya penegakan disiplin dan pembinaan yang dilakukan berjalan efektif menuju Lapas yang bersinar (bersih dari narkoba).

“Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam pemasyarakatan. Kami pastikan pengawasan terus diperkuat,” tutup Jupri. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #lapas #WBP