TARAKAN- Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kaltara sebagai ancaman serius yang merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dampak negatifnya tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mengancam masa depan generasi penerus bangsa.
Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho mengatakan, penanganan masalah narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan. Hal ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
"Operasi bersama yang telah kita dilaksanakan adalah salah satu langkah konkret dalam pemberantasan jaringan peredaran narkotika sekaligus memulihkan wilayah yang terindikasi rawan menjadi kampung narkoba," ujarnya, Senin (10/11).
Dirinya menegaskan, kegiatan operasi bukan hanya sekedar menindak tetapi juga membangun kembali tatanan sosial masyarakat agar mampu berdaya dan terbebas dari pengaruh narkoba.
"Saya berharap hasil operasi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar intansi dalam mewujudkan Kaltara yang bersih dari narkoba," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim