Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hasil Operasi Terpadu, Dorong Rehabilitasi dan Pemberdayaan Warga Rawan Narkotika

Eliazar Simon • Senin, 10 November 2025 | 17:10 WIB
ELIAZAR/RADAR TARAKANOPERASI: Kepala BNNP Brigjen Pol. Tatar Nugroho menyampaikan hasil operasi terpadu di dua lokasi rawan narkoba. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN
ELIAZAR/RADAR TARAKANOPERASI: Kepala BNNP Brigjen Pol. Tatar Nugroho menyampaikan hasil operasi terpadu di dua lokasi rawan narkoba. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Delapan orang diamankan BNNP Kalimantan Utara bersama TNI, Polri, dan stakeholder terkait dalam Operasi Pemulihan Kampung Rawan Narkotika Terpadu di dua lokasi rawan narkoba Tarakan, Selumit Pantai dan Juata Permai, pada 7 November lalu. Hasil tes urine menunjukkan semua pelaku positif narkotika.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, menjelaskan, operasi ini merupakan tindak lanjut dari upaya berkelanjutan memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah yang terstigma rawan.

“Hasil operasi, kami mengamankan delapan orang, terdiri dari tujuh laki-laki dan satu perempuan. Hasil tes urine menunjukkan mereka positif pengguna narkotika. Satu di antaranya masih dalam penyelidikan sebagai pemilik,” ujar Tatar, Senin (10/11).

Selain mengamankan pelaku, tim gabungan juga menyita barang bukti narkotika. Diantaranya yaitu bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto total 1,59 gram.

Identitas pengguna yang diamankan saat itu adalah SY (38), RN (48), RW (44), dan FM (23) warga Selumit Pantai; WD (35) domisili Makassar; RL (24) domisili Pinrang, Sulawesi Selatan; serta CP (43) dan AI (31) warga Juata Korpi.

Para pengguna aktif ini telah dievakuasi untuk menjalani asesmen dan rehabilitasi di bawah pengawasan BNNP Kaltara. Tatar menegaskan, operasi ini bukan semata penindakan, melainkan bagian dari intervensi pemulihan masyarakat.

"Operasi ini bertujuan menekan angka penyalahgunaan narkotika, memulihkan fungsi sosial, ekonomi, dan keamanan di wilayah rawan, serta memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam pencegahan dan rehabilitasi,” ungkapnya.

Program ini telah berjalan hampir satu tahun di Selumit Pantai, dan kini diperluas ke Juata Permai. Tatar menambahkan, beberapa pelaku telah dikembalikan untuk proses asesmen rehabilitasi, sementara satu pelaku masih berstatus saksi.

BNNP Kaltara bersama stakeholder terkait akan melakukan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat di kedua lokasi sasaran.

Program pemberdayaan ekonomi dan sosial juga digulirkan agar warga memiliki alternatif produktif yang sehat. Selain itu, monitoring dan evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan kawasan tetap bersih dari narkoba.

Tatar menekankan, model Operasi Pemulihan Kampung Rawan Narkotika Terpadu ini akan direplikasi ke daerah lain di Kaltara yang memiliki tingkat kerawanan serupa.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan warga, diharapkan lahir generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi demi masa depan Kaltara yang lebih bersih dan aman,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim