Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kasus Penyakit ISPA Bisa Berpotensi Jadi Wabah, Begini Penjelasan Dinkes Tarakan

Wien Ratar • Jumat, 7 November 2025 | 20:10 WIB
NATANAEL/RADAR TARAKAN Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti
NATANAEL/RADAR TARAKAN Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti

TARAKAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan menyebutkan kasus penyakit ISPA mengalami lonjakan dalam dua bulan terakhir yang disebabkan oleh perubahan cuaca yang ekstrem dan tidak menentu.

Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti mengatakan, untuk menghindari berkembangnya kasus penyakit ISPA sebenarnya tergantung dari pola hidup masyarakat itu sendiri karena virus itu sifatnya sangat mudah bermutasi dan obat-obatan itu hanya menghilangkan gejala penyakit tersebut.

"Jadi obat itu hanya menghilangkan gejalanya aja, seperti demam diberikan obat demam, jadi tidak ada terapi spesifik untuk virusnya sehingga bisa menularkan ke orang lain," ujarnya, Kamis (6/11).

Selanjutnya, masyarakat kadang berpikir kenapa penyakit batuk dan flunya tidak sembuh-sembuh padahal kalau dilihat itu karena saling menularkan seperti si A sudah sembuh menularkan ke si B begitupun sebaliknya.

"Untuk masyarakat yang demam, batuk dan pilek segera hindari kerumunan kemudian ketika berinteraksi selalu menggunakan masker dan jika tidak sembuh segera memeriksa diri ke fasilitas kesehatan terdekat," tambahnya.

ISPA merupakan penyakit yang bisa berpotensi menimbulkan wabah sehingga perlu dilaporkan secara rutin agar tidak bertambah banyak.

Ia menjelaskan ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia karena gejalanya akan mengalami sesak nafas dan demam yang tidak kunjung turun suhunya. "Walaupun terkadang lebih banyak menyerang anak-anak tetapi kadang kita lihat di Rumah Sakit orang dewasa juga banyak tergantung daya tahan tubuh," katanya.

Pihaknya juga sudah menyarankan teman-teman puskesmas agar selalu memantau penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB)dan jika suatu wilayah mengalami lonjakan penyakit itu harus segera dilaporkan.(*nkh/).

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #ispa #dinkes