Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pasca Gempa M 4,8 Tarakan, DPD-RI Minta Pemda Optimalkan Mitigasi dan Tanggap Darurat

Zakaria RT • Kamis, 6 November 2025 | 20:03 WIB

 

AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Ketua PURT DPD RI Hasan Basri
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Ketua PURT DPD RI Hasan Basri

TARAKAN – Musibah Gempa Bumi berkekuatan 4,8 Magnitudo yang mengguncang Kota Tarakan menjadi sorotan publik. Meski gempa ini tergolong skala kecil namun hal tersebut tidak bisa dipandang sepele lantaran Kota Tarakan memiliki sesar Tarakan yang sewaktu-waktu tidak menutup kemungkinan menyebabkan gempa dalam skala besar.

Diketahui, Sesar Tarakan merupakan salah satu dari tiga zona sesar utama yang telah teridentifikasi di Pulau Kalimantan, di samping Sesar Mangkalihat dan Sesar Meratus.

Secara spesifik, Sesar Tarakan terletak di bagian utara Pulau Kalimantan, membentang dari daratan hingga lepas pantai. Secara geologi, sesar ini berada di wilayah Cekungan Tarakan, sebuah cekungan yang terletak lebih utara dari Cekungan Kutai. Sesar Tarakan memiliki panjang lebih dari 100 km. Hal ini membuat gempa kerap dirasakan di Kota Tarakan sampai Kabupaten Nunukan.

Menyadari kondisi ini, Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, Hasan Basri, menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,8 yang mengguncang Kota Tarakan. Ia mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengoptimalkan tanggap darurat, evakuasi, dan kesiapan mitigasi bencana.

"Sudah seharusnya mitigasi kebencanaan khususnya gempa bumi menjadi program prioritas pemerintah daerah khususnya Kota Tarakan. Kami berharap gempa yang terjadi tidak meninggalkan korban jiwa dan tidak terjadi gempa susulan yang lebih besar," ujarnya, Kamis (06/11).

"Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam membahas persoalan geografis di Kaltara. Kami mengupayakan adanya perhatian pemerintah pusat mengenai mitigasi khususnya di Kaltara. Terkhusus Kota Tarakan memang dari BMKG pernah memaparkan kalau kita memiliki sesar Tarakan. Ini yang kita khawatirkan sehingga kami mendorong Pemda menyelenggarakan program khusus terkait mitigasi kebencanaan," sambungnya.

"Termasuk penerapan standar kekuatan bangunan anti gempa yang bisa disosialisasikan. Misalnya perumahan KPR atau komersial maupun fasilitas umum pemerintahan. ada sertifikasi uji lulus kekuatan tempat skala tertentu sehingga ini memungkinkan dapat menyelamatkan banyak jiwa saat terjadi gempa," pungkasnya. (zac).

Editor : Azwar Halim
#dpd ri #tarakan #kaltara #pasca gempa