Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Marak Modus Penipuan Jasa Aktivasi IKD, Disdukcapil Tarakan Tegaskan Pengurusan Tidak Dapat Dilakukan Via Online

Zakaria RT • Rabu, 5 November 2025 | 10:16 WIB
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN PELAYANAN : Petugas Disdukcapil Tarakan memberikan layanan aktivasi IKD
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN PELAYANAN : Petugas Disdukcapil Tarakan memberikan layanan aktivasi IKD

TARAKAN – Maraknya upaya praktik penipuan berkedok jasa bantuan melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang menyasar ratusan masyarakat. Sehingga hal ini membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) cukup banyak menerima aduan masyarakat.

Kepala Disdukcapil Kota Tarakan, Hery Purwono menerangkan, praktik penipuan berkedok membantu masyarakat melakukan aktivasi IKD akhir-akhir ini cukup marak.

Modus pelaku ialah menghubungkan calon korban yang kemudian menawarkan bantuan aktivitas IKD. Selanjutnya pelaku mengirimkan link untuk diisi. Tidak tanggung-tanggung link tersebut menyerupai aplikasi resmi milik pemerintah.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan percaya terhadap apapun yang menawarkan bantuan IKD. Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan atau tawaran aktivasi online. Jumlah laporan cukup banyak, kalau dari setahun terakhir, mungkin sudah ratusan (warga yang hampir tertipu),” ujarnya, Selasa (4/11).

"Perlu diketahui, aktivasi IKD tidak dapat dilakukan secara online. Untuk mengaktifkannya masyarakat wajib datang langsung ke petugas Disdukcapil untuk melakukan proses aktivasi. Kalau ada yang bilang bisa bantu aktivasi secara online, kami pastikan itu penipuan,"sambungnya.

Diungkapkannya aplikasi resmi hanya tersedia di Playstore dan Appstore dengan nama Identitas Kependudukan Digital berlogo Garuda merah putih.

Namun aplikasi tersebut tidak berfungsi melayani aktivasi. Lanjutnya, laporan penipuan serupa sudah diterima ratusan kali sepanjang tahun ini.

"Kalau modusnya yang digunakan bermacam-macam, ada yang menawarkan jasa, ada yang mengirimkan link undangan palsu mengatasnamakan Ditjen Dukcapil, panggilan telepon dari “petugas capil” palsu, hingga tautan aktivasi berbahaya yang dapat mencuri data pribadi. Biasanya tujuan mereka ingin mengambil data diri korban untuk kemudian membobol rekening lewat layanan m-banking,” terangnya. (zac)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #disdukcapil