Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kouta Sekolah Rakyat Tarakan Belum Terpenuhi, Ini Menjadi Penyebabnya

Wien Ratar • Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:16 WIB
NATANAEL/RADAR TARAKAN. PROGRAM: Para siswa SD Sekolah Rakyat Tarakan
NATANAEL/RADAR TARAKAN. PROGRAM: Para siswa SD Sekolah Rakyat Tarakan

TARAKAN - Program Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tarakan masih menghadapi beberapa persoalan, termasuk kuota yang belum terpenuhi secara optimal.

Kepala Bidang Sosial Dinsos Tarakan, Jamaluddin mengatakan, ada beberapa persoalan yang dihadapi, yaitu anak-anak yang sudah terdata sejak awal yang mengaku mau masuk akhirnya tidak jadi masuk.

"Karna kemarin kami belum mendapatkan kepastian nya, akhirnya anak-anak yang sudah siap ini mendaftar di sekolah reguler dan ternyata turun surat dari Kemensos Tarakan masuk 1C," ujarnya, Kamis (23/10).

Selanjutnya, yang menjadi persoalan lainnya adalah meyakinkan orang tua maupun anaknya untuk masuk di SR.

"Ada juga yang anaknya mau tetapi orang tuanya tidak mau, begitu pun sebaliknya, dengan alasan karena masih umur SD sehingga masih butuh perhatian orang tua dan anaknya tidak mau di asrama kan," jelasnya.

Kemudian, masyarakat juga masih belum memahami esensial dari SR sehingga mereka masih ogah-ogahan. Namun, jika tahun depan gedung baru rampung, dipastikan antusias masyarakat akan tinggi untuk menyekolahkan anaknya di SR.

"Sekarang kan masyarakat masih melihat gedung di Kp enam itu, padahal itu cuma sementara saja di LLK," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa persyaratan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu berdasarkan umurnya dan kemudian untuk keluarga yang tidak mampu.

"Kalau untuk umur SD itu kisaran di usia 8-12 tahun dan SMP 12 tahun ke atas," katanya.

Dinsos berharap program SR bisa memutus rantai kemiskinan di masyarakat karena kedepannya anak-anak yang bersekolah di SR akan terus berlanjut sampai ke perguruan tinggi dan sampai ke dunia kerja.

"Berdasarkan informasi yang saya terima, anak-anak yang bersekolah di SR ini tidak habis di SR saja, tetapi kedepannya mereka akan terus dibiayai sampai perguruan tinggi hingga bekerja." pungkasnya.(*nkh/).

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Kouta Sekolah Rakyat