Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Disperinaker Tarakan Baru Laksanakan 1 Paket Pelatihan Kerja, Ini Jadi Penyebab Kendalanya

Wildan Ratar • Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:07 WIB
WILDAN/RADAR TARAKAN BELUM MAKSIMAL: Kepala Disperinaker Kota Tarakan, Agus Sutanto
WILDAN/RADAR TARAKAN BELUM MAKSIMAL: Kepala Disperinaker Kota Tarakan, Agus Sutanto

TARAKAN - Upaya Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Tarakan dalam menekan angka pengangguran tahun ini belum berjalan maksimal.

Hingga kini, baru satu paket pelatihan kerja yang terlaksana menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan, sementara dukungan program dari pemerintah pusat belum terlihat akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Kepala Disperinaker Tarakan, Agus Sutanto mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama terhambatnya pelaksanaan pelatihan kerja bagi masyarakat. "Belum ada dukungan dari pusat, kendalanya memang di anggaran," ujarnya, Rabu (22/10).

Sebagai perbandingan, tahun lalu Disperinaker Tarakan melaksanakan 17 paket pelatihan kerja untuk bekal para pencari kerja di Tarakan, berbanding terbalik dengan tahun ini yang baru melaksanakan 1 paket pelatihan.

Agus mengatakan, sebenarnya Disperinaker ingin meningkatkan jumlah pelatihan kerja pada tahun ini, namun kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat sedikit mengubah arah perencanaan kegiatan yang sebelumnya telah disusun.

Beberapa program pelatihan yang diharapkan mendapat dukungan dana pusat akhirnya harus ditunda pelaksanaannya hingga ada kejelasan anggaran.

"Justru sebenarnya di awal tahun kita merencanakan bikin 50 pelatihan kerja, sayangnya ada kebijakan baru terkait efisiensi, sedangkan biaya anggaran perpaket lumayan besar, bisa puluhan hingga ratusan juta tergantung kebutuhan," ungkapnya.

Angka pengangguran di Tarakan sendiri saat ini terbilang cukup besar, sekitar 6 ribu jiwa masyarakat yang belum memiliki pekerjaan di Kota Tarakan.

Meski demikian, jumlah pencari kerja yang mengajukan pembuatan kartu kuning untuk kebutuhan pekerjaan masih terbilang standar. "Sekitar 100-an pengajuan pembuatan kartu kuning, masih stabil seperti tahun-tahun sebelumnya,"

Disperinaker berharap pemerintah pusat dapat kembali mengalokasikan dukungan program pelatihan kerja bagi daerah, khususnya di Tarakan, yang tengah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Pelatihan kerja itu salah satu langkah penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar dapat bersaing, tanpa dukungan anggaran yang memadai, cakupan peserta pelatihan menjadi sangat terbatas," pungkasnya (*wld)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #pelatihan kerja #Disperinaker Tarakan