TANJUNG SELOR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rahmawati memberikan atensi khusus terhadap tindak lanjut dari rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara).
Utamanya yang berkaitan dengan peneriman murud baru di Sekolah Gasruda yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2026 atau tahun depan. Dalam hal ini, Politisi Partai Gerindra itu memnekankan soal pemberian kuota terhadap anak-anak lokal Kaltara.
“Jangan sampai kita jadi penonton di daerah kita sendiri. Harus kita perjuangkan, harus kita utamakan minimal 80 persen (yang diterima) dari lokal Kaltara. Kalau bisa seperti itu,” ujar Rahmawati kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (8/10/2025).
Ini menjadi atensi dari Legislatir daerah pemilihan (dapil) Kaltara ini karena selama ini yang selalu ditemukan bahwa ketika ada penerimaan di tingkat internasional, mayoritas yang dari Kaltara itu tersisi atau tidak bisa bersaing dengan yang dari luar.
“Kenapa ini terjadi? Itu karena kurangnya kita mencetak anak-anak kita yang berstandar internasional. Nah, dengan adanya Sekolah Garuda ini, saya yakin anak-anak kita ke depannya akan lebih bercaha dan lebih berprestasi,” kata Rahmawati.
Disinggung soal informasi Kaltara akan dapat kuota 20 persen, ia mengaku yakin seiiring berjalannya waktu, dengan mempertimbangkan jumlah penduduk yang ada, harapannya kuota dari lokal Kaltara biswa diberikan 80 persen untuk Sekolah Garuda yang dibangun di Kaltara.
“Kita akan upayakan secara terus menerus untuk mengutamakan putra daerah bisa terakomodir di Sekolah Garuda ini. Mudah-mudahan nanti akan banyak putra dan putri perbatasan yang bisa bersekolah di sini,” tegasnya.
Pastinya, lewat jalan ini, pemerintah akan bisa mencetak anak-anak Kaltara untuk lebih bercahaya, serta lebih dilirik dan bisa untuk bekerja di level yang tinggi. Artinya, lewat ini pemerintah bisa menunjukkan bahwa putra dan putri Kaltara mampu bersaing dengan provinsi lain di Indonesia. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim