TARAKAN - Menteri Pertanian RI, secara resmi membuka Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-III Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Kawasan Islamic Center, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Senin (29/9).
Kegiatan ini dihadiri oleh 700 orang pengurus dan anggota KTNA dari setiap kabupaten/kota di Kaltara. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah bagi petani dan nelayan untuk berdiskusi dan berbagi informasi.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa Kaltara yang berada langsung dengan perbatasan bisa memanfaatkan bonus demografi dan geografis Kaltara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami akan memberikan bantuan kalapa, kakau, kopi dan sawit, tetapi sayang tidak ada usulan yang naik," ujarnya.
Menteri Pertanian juga menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian memiliki anggaran tambahan sebesar Rp 9,95 triliun dan anggaran APBN sebesar Rp 40 triliun untuk tahun depan, serta anggaran dari Dana Nusantara sebesar Rp 371 triliun selama 3 tahun.
"Kami mendapatkan alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 37 triliun, namun kami membutuhkan proposal yang realistis dari gubernur dan bupati di Kaltara terutama untuk komoditas kelapa, kakao, kopi dan sawit," katanya.
Andi Arman juga menjelaskan, kebutuhan kelapa sangat tinggi di tingkat dunia, dengan harga yang meningkat dari Rp 1.350 menjadi Rp 10.000 per buah, karena adanya pergeseran konsumsi dari susu ke coconut milk.
"Industri kelapa dalam negeri kesulitan bahan baku karena permintaan yang tinggi dari China, Eropa, dan India dan ini harus di penuhi," ungkapnya.
Ia meminta Gubernur Kaltara untuk mensuplai komoditas strategis ke Malaysia dan tidak kalah dengan negara-negara lain seperti Thailand, Vietnam, India dan Pakistan.
"Pak Gubernur dengan pengalaman segudang dan para bupati, kami yakin pasti bisa," katanya.
Selain itu, dirinya juga menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil swasembada pangan dan memberhentikan impor dari negara lain, sehingga harga pangan turun dari US$ 460 menjadi US$ 370 per ton.
"Setelah kami hitung, berhasil menurunkan harga pangan Indonesia sebesar Rp 1.000 - Rp 1.500, dan ini adalah amalnya masyarakat Indonesia yang terlibat," ujarnya.
Dengan demikian, kegiatan PEDA KTNA ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi petani dan nelayan untuk berdiskusi dan berbagi informasi, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat Kaltara.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim